Tak Miliki Pendeteksi Narkoba, Ekspedisi DAMRI Hanya Penuh Ketelitian

Satu diantara modus yang dilakukan bandar maupun pengedar narkoba yaitu dengan mengirimkan paket melalui ekspedisi atau jasa pengiriman

Tak Miliki Pendeteksi Narkoba, Ekspedisi DAMRI Hanya Penuh Ketelitian
ISTIMEWA
Kantor Pemasaran Damri Stasiun Sintang di Tugu BI, Kelurahan Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.   

Tak Miliki Pendeteksi Narkoba, Ekspedisi DAMRI Hanya Penuh Ketelitian

PONTIANAK - Satu diantara modus yang dilakukan bandar maupun pengedar narkoba yaitu dengan mengirimkan paket melalui ekspedisi atau jasa pengiriman dengan dalih mengirimkan barang pada suatu tempat namun alamat serta penerimanya disamarkan, begitu juga dengan identitas pengirimnya.

Modus ini bukanlah cara baru yang dilakukan para bandar untuk mengedarkan narkoba. Namun cara ini masih terus digunakan hingga saat ini untuk mengelabui para petugas.

Seperti gang terjadi dengan ekspedisi Damri Pontianak dan JnT beberapa waktu lalu, beruntung barang haram tersebut tidak lolos berkat ketelitian para petugas sehingga mereka melakukan koordinasi dengan BNN.

General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Yulianto menuturkan pihak selalu mengantisipasi terjadi hal-hal semacam itu.

"Antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya tindakan penyelundupan narkoba melalauo ekspedisi DAMRI, dalam menerima pengiriman barang ada SOP tertentu yang telah ditetapkan. Jadi siapapun pengirim barang pasti akan dimintakan identitas lengkap," ucap Yulianto saat diwawancarai, Kamis (2/5/2019).

Baca: Kadisporapar Sintang Lepas Peserta Festival Sampan Hias

Baca: Setelah Panas, Berikut Potensi Hujan di Kabupaten Ketapang dan Melawi

Baca: Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Aloysius Minta Tiga Pusat Pendidikan Saling Dukung

Yulianto menjelaskan terungkapnya ada pengiriman narkoba melalui ekspedisi DAMRI dengan tunuan Sekadau beberapa waktu lalu ad ayang mengantarkan paket dengan terburu-buru dan saat mobil akan berangkat dan memberikan sejumlah uang tapi jumlah tidak wajar, serta identitas penerima tidak jelas.

Sehingga ada hal yang mencurigakan dan dikomunikasikan dengan pihak terkait.

Lanjut disampaikannya jika ada hal yang mencurigakan akan dibongkar dan disaksikan bersama pihak terkait. Ia juga mengatakan saat ini DAMRI masih belum memiliki alat deteksi narkoba.

"Penemuan ketika truk DAMRI mau berangkat, datang seorang laki-laki dengan tergesa-gesa, ingin mengirimkan barang dengan memberikan uang yang bagi petugas tidak masuk akal karena jumlah besar. Sehingga pengemudi melaporkan ke administrasi lalu dikomunikasikan dengan BNN,"ujarnya..

Setelah dibuka menurut petugas BNN dicurigai narkoba. Selama ini sudah dilakukan himbauan larangan terhadap barang yang tidak diperbolehkan. DAMRI juga selalu berkomitmen untuk selalu turut serta dalam pemberantasan peredaran narkoba

Lanjut disampaikannya, ini adalah kasus kedua yang dilakukan oknum mengirim barang tapi isinya adalah narkoba. Sebelum kasus ini ada kasus pengiriman barang ke Kalimantan Tengah . Kala itu pihaknya langsung bekerjasama dengan BNN setempat untuk mengamankan barang yang dikirimkan oknum tersebut.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved