Sekum HMI Cabang Pontianak Ajak Kawal Janji Gubernur Sutarmidji, Berikut Penjelasanya

Ia mengatakan belum lagi guru-guru yang mengalami kekerasan baik yang dilakukan orang tua siswa hingga oleh siswanya sendiri di beberapa daerah

Sekum HMI Cabang Pontianak Ajak Kawal Janji Gubernur Sutarmidji, Berikut Penjelasanya
ISTIMEWA
Sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak, Mahrus Agustian. 

Sekum HMI Cabang Pontianak Ajak Kawal Janji Gubernur Sutarmidji, Berikut Penjelasanya

PONTIANAK - Sekretaris umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak, Mahrus Agustian, mengajak semua pihak untuk mengawal janji Gubernur Kalimantan Barat terutama di bidang pendidikan.

Ia mengatakan dalam peringatan hari pendidikan ada baiknya juga untuk ingat kepada janji-janji kampanye Gubernur Kalimantan Barat kepada rakyat.

"Saya mengajak masyarakat untuk tetap mengawal janji-janji kampanye beliau (Gubernur Kalbar) dan ikut serta mensukseskan setiap program-program pengaplikasian visi dan misi beliau (Gubernur Kalimantan Barat)," ucapnya saat diwawancarai pada Kamis (2/4/2019).

Ia menyampaikan mungkin sudah ada beberapa janji yang yang berjalan, hanya saja hal-hal tersebut belumlah merata dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Barat, mulai dari pendidikan gratis hingga perbaikan infastruktur pendidikan.

Baca: Ketua Umum HMI Cabang Mempawah Minta Masyarakat Jaga Persatuan Pasca Pemilu

Baca: HMI Badko Kalbar Harap Masyarakat Tunggu Hasil Real Count dan Pleno KPU, Fiqri Paparkan Alasannya

Salah satu diantaranya mengenai alokasi 40% dana APBD untuk kesehatan dan pendidikan.

Mahrus mengatakan yang tak kalah penting dalam upaya memperbaiki Pendidikan dan meningkatkan Kualitas SDM masyarakat Kalbar, adalah bagaimana pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru, terlebih guru honorer.

"Karna terakhir kali terekspos media ada beberapa guru honorer dari Kabupaten Kayong Utara yang rela menginap di dinas pendidikan Provinsi Kalbar karna menuntut gajinya yang sudah 3 bulan belum terbayarkan," ucapnya.

Ia mengatakan belum lagi guru-guru yang mengalami kekerasan baik yang dilakukan orang tua siswa hingga oleh siswanya sendiri dibeberapa daerah di Kalbar misalnya di Daerah Meliau beberapa bulan lalu.

Baca: Sutarmidji Pastikan Stok Bahan Pokok Jelang Ramdan dan Idul Fitri Aman

Baca: Tekan Inflasi, Sutarmidji Nilai Kubu Raya Memerlukan Pasar Induk

Ia menyampaikan itu yang terekspos media, belum lagi guru-guru dan pendidikan di desa-desa terpencil lain. Hal-hal seperti itulah yang mengharuskan Gubernur Kalbar beserta stakeholder terkait memperbaiki hal tersebut.

"Bukan hanya dikarenakan janji kampanye saja, melainkan sudah menjadi sebuah keharusan atas jabatan yang telah diamanahkan rakyat kepada beliau (Gubernur Kalimantan Barat)," tutupnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved