Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Aloysius Minta Tiga Pusat Pendidikan Saling Dukung

Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau menggelar upacara peringatan hari Pendidikan nasional di Halaman Kantor Bupati Sekadau, Kamis (2/5)

Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Aloysius Minta Tiga Pusat Pendidikan Saling Dukung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Wakil Bupati Sekadau, Aloysius memimpin Upacara peringatan Hari Pendidikan  Nasional di Halaman Kantor Bupati Sekadau, Kamis (2/5)   

Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Aloysius Minta Tiga Pusat Pendidikan Saling Dukung

SEKADAU - Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau menggelar upacara peringatan hari Pendidikan nasional di Halaman Kantor Bupati Sekadau, Kamis (2/5).

 Wakil Bupati Sekadau, Aloysius yang membacakan sambutan Mendikbud mengatakan, dalam rangka menerjemahan kebijakan di sektor pendidikan, Kemendikbud telah memberikan perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal

"Ini harus menjadi momentum untuk menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dilandasi karakter yang kuat, terampil dan kecakapan yang tinggi. Sehingga, mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif," ujar Aloysius

Menurutnya Kemendikbud memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di luar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Serawak.

Baca: Update Data Masuk 63,8 Persen DPR RI, Suara PDI P Kalbar Hampir 300 Ribu

Baca: Jaminan Keamanan Bertransaksi Menggunakan DANA

Baca: Sinergi DANA Dengan Perbankan dan Dunia Usaha

"Perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan lnfrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia," lanjutnya

Menurutnya, pembangunan SDM merupakan kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Dan ini diakuinya sesuai dengan tema Hari pendidikan nasional tahun ini menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan. 

"Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya SDM yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan," ungkapnya.

Ia mengatakan, pembangunan SDM menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. 

"Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan," paparnya.

Tentu, semua itu menurutnya membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah. Dan saat ini, daikuinya, peserta didik didominasi oleh generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. 

"Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved