Kemenperin Bawa IKM Kalimantan Barat Go Digital Melalui E-Smart IKM

Langkah strategis ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Kemenperin Bawa IKM Kalimantan Barat Go Digital Melalui E-Smart IKM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Foto bersama saat acara e-Smart IKM 2019 di Golden Tulip Pontianak, Kamis (2/5/2019) 

Berdasarkan sektornya, industri makanan dan minuman mendominasi hingga 31,87 persen dari total transaksi di e-Smart IKM, kemudian disusul sektor industri logam sebesar 29,10 persen dan industri fesyen sebesar 25,87 persen.

“Hingga tahun 2019, ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta untuk ikut dalam program ini,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Sampai saat ini, program e-Smart IKM yang dilaksanakan hingga di 34 provinsi, telah melibatkan beberapa pihak, seperti BI, BNI, Google, iDeA serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, menggandeng pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” sebut Gati.

Lebih lanjut, program e-Smart IKM akan pula memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia.

“Kerja sama ini meliputi pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenai perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM,” paparnya

Baca: Harga Karet Masih Terpuruk, Menteri Perindustrian Tegaskan Upaya Dongkrak Harga Karet

Pada kesempatan yang sama, Gati menegaskan, sektor IKM mampu menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal ini dilihat dari kontribusinya yang cukup besar, mulai dari jumlah dan penyerapan tenaga kerjanya.

“IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah sebanyak 4,4 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha Industri di Indonesia,” ungkapnya. 

Dari jumlah unit usaha tersebut, menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta orang atau 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.

Gati Menambahkan, e e-Smart IKM 2019 dengan tema “IKM Go Digital” ini menyediakan 3 topik talkshow serta 8 workshop yang bisa diikuti oleh peserta. 

“Saya gembira melihat antusiasme IKM untuk mengikuti acara ini, bukti bahwa IKM kita juga siap mengadopsi teknologi digital, acara IKM Go Digital ini telah diadakan di Semarang, Bogor, Surabaya, dan Bali, dengan melibatkan 4500 IKM pada tahun 2019 ini.” tutup Gati. 

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved