Edi Kamtono Meradang Sampah Menumpuk di Pasar Mawar, Pertanyakan Kinerja DLH

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meradang lantaran tumpukan sampah yang luar biasa didepot penampungan sampah Pasar Mawar

Edi Kamtono Meradang Sampah Menumpuk di Pasar Mawar, Pertanyakan Kinerja DLH
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Proses pembersihan sampah pasar mawar yang menumpuk serta mengundang kemarahan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono terhadap dinas terkait, Kamis (2/5/2019). 

Edi Kamtono Meradang Sampah Menumpuk di Pasar Mawar, Pertanyakan Kinerja DLH

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meradang lantaran tumpukan sampah yang luar biasa didepot penampungan sampah Pasar Mawar.

Ia terjun langsung dilokasi untuk meninjau tumpukan sampah yang terjadi dan menimbulkan bau tidak sedap itu.

Menurutnya kasus semacam ini harusnya tidak terjadi lagi di Kota Pontianak dan tidak boleh ada sampah yang berhari-hari menumpuk serta menggunung seperti yang terjadi di Pasar Mawar.

Bahkan Wali Kota Pontianak yang baru dilantik sejak akhir Desember 2018 lalu mempertanyakan kinerja dari dinas yang bersangkutan yaitu Dinas Lingkungan Hidup yang dianggapnya tidak bisa menyelesaikan persoalan pengangkutan sampah semata.

Baca: Bea Cukai Sintete Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok dan Pakaian Lelong

Baca: Musnahkan Ratusan Ribu Batang Rokok dan Pakaian Lelong, Jumlahnya Sampai Ratusan Juta Rupiah

Baca: DPMPTSP Sintang Gelar Pelatihan Penyusunan Portofolio Kabupaten Lestari

"Ini kan depo, jadi orang membuang sampah semuanya di sini. Kedua ada satu kendaraan kita yang tertabrak sehingga tidak bisa operasional. Tapi seharusnya tidak boleh ada sampah menumpuk seperti ini, harus bersih setiap hari dan tidak boleh ada alasan," ucap Edi Kamtono saat diwawancarai dilokasi, Kamis (2/5/2019).

Tegas Edi perintahkan kepada dinas terkait untuk bisa menangani tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20 kontainer secepatnya.

"Pokoknya hari ini harus selesai, kalau kepala dinasnya tidak bisa menangani ini berarti dia tidak mampu bekerja. Masa sudah masuk industri 4.0, kita masih saja berkutat permasalahan sampah," tegasnya.

Dari sisi lain, pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat untuk bisa cerdas mengelola sampah, dengan cara memilah berdasarkan jenisnya supaya lebih mudah mengolahnya.

"Kalau dilihat sampah ini 60 persen sampah organik, sayang kalau ini tidak dikelola secara baik. Kalau ini dikelola secara baik, ini bisa menghasilkan menjadi kompos atau gas metan atau pakan ternak," tambahnya.

Kembali diulanginya, baginya tidak ada alasanndari DLH untuk tidak membersihkan sampah, karena DLH berdalih minimnya armada pengangkut sampah, ia yakin semua bisa di atasi kalau ada ide inovatif yang dilakukan oleh jajaran DLH.

Bahkan kalau memang perlu, ia tegaslN menyewa juga bisa, pinjam juga bisa. Diakuinya ada kelemahan dalam kinerja dinas terkait. Padahal tidak boleh ada sampah menumpuk di Kota Pontianak.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved