Selama Empat Bulan, BNNK Mempawah Rehab Sembilan Orang Pecandu Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kaupaten (BNNK) Mempawah sudah merehabilitasi rawat jalan sembilan orang pecandu narkotika

Selama Empat Bulan, BNNK Mempawah Rehab Sembilan Orang Pecandu Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Kepala BNNK Mempawah, AKBP Daulay (tengah) saat menggelar press rilis, Selasa (30/4). 

Selama Empat Bulan, BNNK Mempawah Rehab Sembilan Orang Pecandu Narkoba

MEMPAWAH - Badan Narkotika Nasional Kaupaten (BNNK) Mempawah sudah merehabilitasi rawat jalan sembilan orang pecandu narkotika sejak Januari hingga April 2019 di Klinik Pratama Sehati.

Pecandu yang dilakukan rehabilitasi rawat jalan tersebut delapan orang diantaranya berasal dari Kabupaten Mempawah dan satu orang dari Sambas.

Kepala BNNK Mempawah, AKBP A H Daulay mengatakan tahun 2018, target rehabilitasi BNNK Mempawah mencapai seratus persen, bahkan ada yang dikirim ke Bogor untuk di rawat inap karena di Mempawah belum ada tempat rehab rawat inap.

"Perlu kita sampaikan disini bahwa rehabilitasi rawat jalan di BNNK Mempawah gratis tidak dipungut biaya sepeserpun, mudah-mudahan kedepan di Mempawah ada rehabilitasi rawat inap," ujarnya, Rabu (1/5/2019).

Baca: LSM Citra Hanura Sanggau Harap Hukuman Maksimal Terhadap Pelaku Pembunuhan

Baca: PDKS Prihatin Terhadap Kasus Ayah Tiri Habisi Anak Tirinya

Baca: Perhitungan Suara Pemilu 2019, Prabowo-Sandiaga Kalah di Bunut Hilir

AKBP Daulay menjelaskan, di Kabupaten Mempawah ada tiga komponen rehabilitasi yakni dari masyarakat, instansi pemerintah yang bertempat di Rumah Sakit Rubini, dan di Klinik Pratama Sehati BNNK Mempawah yang sudah merehabilitasi sembilan orang dari sepuluh target yang harus dicapai tahun 2019.

"Tujuan utama kita melakukan rehabilitasi ini untuk memulihkan pecandu narkoba supaya tidak lagi ketergantungan. Dari sembilan orang yang kita rehabilitasi tadi semua berasal dari kalangan umum, belum ada anak sekolah ataupun ASN," jelasnya.

Lebih rinci, AKBP Daulay menjelaskan bahwa rehabilitasi rawat jalan yang diberikan kepada pecandu di Klinik Pratama Sehati dilakukan selama tiga bulan, dimana dalam kurun waktu tiga bulan itu ada delapan kali pertemuan.

"Kita di BNNK Mempawah melakukan rehabilitasi dengan metode konseling dan dipastikan tidak menggunakan obat-obatan apapun," ujarnya.

Selain itu, Kepala BNNK Mempawah itu juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan tes urine dan mengeluarkan surat bebas narkotika kepada 57 orang selama kurun waktu empat bulan ini sejak Januari 2019.

"Tes urine disini gratis, cuma syaratnya bagi yang ingin melakukan tes urine harus membawa alatnya sendiri karena kita tidak punya alatnya, dan alat bisa dibeli di apotik," tutupnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved