Breaking News:

Front Perjuangan Rakyat Kalbar Peringati Hari Buruh, Gelar Aksi dan Orasi di Pontianak

Pemerintahan Joko Widodo–Jusuf Kalla selama memerintah Indonesia menunjukan bagaimana posisinya yang senantiasa mendukung imperialisme dan feodalisme

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Sejumlah orang yang mengatasnamakan Front Perjuangan Rakyat (FRP) Kalimantan Barat berkumpul di Bundaran Digulis, dalam rangka peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019). 

Front Perjuangan Rakyat Kalbar Peringati Hari Buruh, Gelar Aksi dan Orasi di Pontianak

PONTIANAK - Sejumlah orang yang mengatasnamakan Front Perjuangan Rakyat (FRP) Kalimantan Barat berkumpul di Bundaran Digulis, dalam rangka peringatan hari buruh, Rabu (1/5).

Mereka menyampaikan orasi tentang kondisi para buruh selama ini. Azis Koordinator Umum FPR mengatakan, klas buruh dan rakyat di Indonesia juga menyambut datangnya hari buruh internasional atau mayday 2019 ini sebagai bagian dari perjuangan rakyat seluruh klas dan sektor di Indonesia serta diperingati dengan momentum pemilu 2019.

"Mayday kali ini di peringati pasca pemilihan umum yang dilaksanakan pada 17 April 2019 yang lalu. Sekaligus menandai 5 tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sebelum kemudian berganti dengan pemerintahan baru baik itu Joko Widodo dan Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno," ujarnya. 

Baca: Suherman: Dialog Langkah Maju dan Inovasi Rayakan Mayday di Pontianak

Baca: May Day 2019, Sejarah Singkat dan Kutipan Penting Hari Buruh Lengkap Bahasa Inggris dan Indonesia

Pemilu 2019, kata dia, terasa sangat menyakitkan dengan berbagai jenis perpecahan yang dialami oleh rakyat, pemilu selalu didengang-dengungkan sebagai pesta demokrasi, padahal saat ini berbagai bentuk perampasan dan tindasan terhadap aspirasi demokratis rakyat terus saja terjadi. 

Pemerintahan Joko Widodo–Jusuf Kalla selama memerintah Indonesia menunjukan bagaimana posisinya yang senantiasa mendukung imperialisme dan feodalisme di Indonesia untuk terus eksis menindas dan menghisap rakyat Indonesia. 

Hampir lima tahun pemerintahannya, Jokowi senantiasa memberikan keistimewaan terhadap investasi dan hutang untuk membiayai pembangunan–pembangunan di Indonesia, terutama untuk pembangunan infrastruktur skala besar.

Baca: Serikat Buruh Sebut, Hanya 30 Persen Perusahaan di Kota Pontianak Terapkan UMK

Baca: Hadiri HUT FSPMI, Prabowo Terharu dapat Dukungan Militansi dan Keberanian Kaum Buruh

"Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemegang estafet kepemerintahan di Indonesia dalam ke-lima tahun kepemerintahanya telah membuktikan diri sebagai rezim boneka Imperialisme dengan mengintensifkan berbagai kebijakan anti rakyat yang hanya berorientasi pada penyelamatan kepentingan Imperialisme di dalam negeri," katanya. 

"Kebijakan neo-liberalisme yang dijalankan oleh rezim jokowi sebagai bentuk kepatuhanya atas perintah Imperialisme yang semakin mengantarkan rakyat peda kemerosotan hidup yang makin mendalam," sambungnya. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved