Sayangkan Pernyataan Adanya Perintah Pembubaran Acara Tari, Edi Kamtono Jelaskan Sebenarnya

Adanya peristiwa kesalahpahaman dari tarian pertunjukan oleh gabungan para sanggar seni dan penggiat seni tari Kota Pontianak

Sayangkan Pernyataan Adanya Perintah Pembubaran Acara Tari, Edi Kamtono Jelaskan Sebenarnya
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Pernyataan Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono Terkait Rakor Pemberdayaan Masyarakat Bersama BNN 

Sayangkan Pernyataan Adanya Perintah Pembubaran Acara Tari, Edi Kamtono Jelaskan Sebenarnya

PONTIANAK - Adanya peristiwa kesalahpahaman dari tarian pertunjukan oleh gabungan para sanggar seni dan penggiat seni tari Kota Pontianak membuat Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengambil sikap cepat.

Edi juga menyayangkan informasi viral yang dibuat dan beredar bahwa dirinya seolah-olah memerintahkan Satpol PP dan Ormas untuk membubarkan acara, padahal acara tersebut adalah bagian dari acara Pemkot Pontianak dan mendapat rekomendasi pemerintah..

Kesalahpahaman bermula viralnya vide tarian yang dianggap oleh sebagian warga Pontianak adalah bagian dari pertunjukan kaum LGBT saat peringatan hari tari dunia di Taman Digulis Untan, Selasa (29/4) malam.

Kemudian datang sekelompok orang dan meminta para penari yang dianggap menampilkan tarian terlalu terbuka untuk membuarkan diri. Pada saat itu, datang juga beberapa personel Satpol PP Kota Pontianak mengamankan para penari dan dibawa ke Kantor Satpol PP.

Baca: Nama Tarian di Kabupaten Sekadau

Baca: Bank Indonesia dan IFSB Inisiasi Standar Internasional Keuangan Syariah Global

Baca: Bukan ILC TVOne, Karni Ilyas Tuliskan Topik Garis Keras Tayang Pada Malam Ini Pada Pukul 20.00 WIB

"Awalnya dimana ada berita yang masuk bahwa ada sekelompok orang berupaya untuk mengamankan tarian yang viral melalui media sosial. Tarian itu dianggap masyarakat tidak pantas kalau dipertunjukan dimuka umum," ucap Edi Kamtono setelah melakukan pertemuan dengan pihak panitia penyelenggara, Kaprodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untan, Ismunandar, Kasatpol PP Kota Pontianak dan Pihak Disporapar untuk mencari titik terang persoalan yang ada di Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Selasa (30/4/2019).

Lanjut diceritakan Edi Kamtono, ia mendapat gambar atau video yang beredar, memang dinilainya bisa mengundang kontroversi masyarakat Pontianak sebab berpakaian terbuka ditempat umum dan sambil menari sehingga mengundang kontroversi masyarakat.

Selanjutnya Edi meminta, tarian yang menjadi viral untuk dihentikan bukan menghentikan acara yang mendapat rekomendasi dari Pemerintah Kota.

Tetapi dilapangan terjadi kesalah pamahan sehingga beredar isu-isu yang berkembang liar dimasyarakat.

Satpol PP ditwgaskannya bukan untuk membubarkan acara tapi bertugas untuk mengamankan penari dan pihaknya tidak menyebut itu pertunjukan LGBT, tapi masyarakat menganggap itu adalah bagian dari pertunjukan LGBT.

"Kalai ada pukulan atau tindakan tidak menyenangkan terjadi silakan Pak Ismunandar laporkan pada pihak kepolisian. Adanya mis komunikasi itu sehingga kegiatan berhenti," tegasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved