Resmikan Terminal Barang di Entikong, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Harapkan 3 Hal

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi hadir untuk meresmikan Terminal Barang Internasional yang berada di Kecamatan Entikong

Resmikan Terminal Barang di Entikong, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Harapkan 3 Hal
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi hadir untuk meresmikan Terminal Barang Internasional di Kecamatan Entikong. 

Resmikan Terminal Barang di Entikong, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Harapkan 3 Hal

ENTIKONG - Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi hadir untuk meresmikan Terminal Barang Internasional yang berada di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Dalam acara peresmian tersebut, pemerintah mengharapkan 3 hal sehubungan dengan dibangunnya Terminal ini. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Barat, Manto menyampaikan ekspektasi atau harapan tersebut terkait dengan aspek teknis, aspek manajerial dan hubungan antar negara, dan aspek ekonomi makro dan wilayah.

Dalam aspek teknis, pembangunan terminal barang internasional masih belum sempurna, berikutnya pemerintah akan melanjutkan dengan membangun jalan dedicated line, ia menyampaikan, “karena sesungguhnya adalah tidak lazim menggunakan jalan raya utama untuk lakukan aktivitas ekspor dan impor, karena jalur ekpor dan impor harus bebas dari segala aktivitas umum. Dia (kegiatan ekspor impor) merupakan aktivitas steril.

Baca: Diskusi Peringatan Hari Tari Dunia di Pontianak Ricuh, Nursalim Yadi Anugrah Angkat Bicara

Baca: Daftar Kode Pos Lengkap di 19 Kecamatan Kabupaten Sambas

Baca: Nama Dusun Lengkap di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah

Dalam aspek manajerial dan hubungan antar negara, Berkaitan dengan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) terminal barang internasional akan diintegrasikan dengan SOP PLBN dan akan diberlakukan di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa untuk saat ini SOP belum diintegrasikan dengan SOP di Malaysia, sehingga dikhawatirkan apabila tidak ada integrasi SOP antar dua negara, akan terjadi inefisiensi seperti beberapa kali barang akan dibongkar muat yang akan menambahkan pekerjaan dan terjadi bukan hanya membuang waktu, membuang tenaga dan, membuang biaya, tetapi juga akan menjengkelkan bagi para pelaku usaha.

Ia mengharapkan semua harus ditata sedemikian rupa dan disepakati dengan pihak Malaysia agar ada harmonisasi regulasi antara Indonesia dengan Malaysia.

Dengan demikian tujuan dari keberadaan terminal barang Internasional ini dapat dicapai untuk efisiensi perdagangan antar Negara.

Dalam aspek ekonomi makro dan wilayah, diharapkan ekspor skala besar akan menggunakan fasilitas terminal barang internasional, sehingga apabila hal ini dapat dilayani dengan baik, diyakini akan banyak mendatangkan manfaat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Ia menyampaikan, “Sesungguhnya potensi kabupaten sanggau dan sekitarnya ini masih banyak tertidur karena belum semuanya menggunakan keberadaan PLBN dan terminal barang untuk aktivitas ekspor impornya," tutupnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved