Pokja Ajak Peserta dan Pendukung Dewasa Dalam Ber-Demokrasi

Rizki Imanuddin mengajak, peserta pemilu dan pendukung harus dewasa dalam Ber-Demokrasi.

Pokja Ajak Peserta dan Pendukung Dewasa Dalam Ber-Demokrasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pokja Rumah Demokrasi Korwil Singbebas, Rizki Imanuddin SH. 

Pokja Ajak Peserta dan Pendukung Dewasa Dalam Ber-Demokrasi

SAMBAS - Koordinator Wilayah (Korwil) Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Singkawang Bengkayang dan Sambas (Singbebas) Rizki Imanuddin mengajak, peserta pemilu dan pendukung harus dewasa dalam Ber-Demokrasi.

Menurutnya, pemungutan suara yang dilaksanakan pada 17 April lalu sudah final. Dan itu adalah hak suara yang sudah di salurkan oleh masyarakat kepada para peserta pemilu.

"Pemilu secara formal sudah selsai, karena pemungutan suara sudah di laksanakan. Hanya saja, sekarang masih ada tahapan-tahapan yang harus di lakukan, seperti Pleno, yang kemarin dari tingkat Kecamatan, hingga Kabupaten, Provinsi dan Nasional," ujarnya, Selasa (30/4/2019).

"Untuk itu, peserta dan pendukung di kontestasi pemilu kali ini harus dewasa. Kita harus menerima apapun hasilnya, dan pilihan masyarakat. Karena apa yang mereka pilih pada 17 April lalu adalah final" sambungnya.

Baca: Jumlah Bumdes Aktif dan Non Aktif untuk 3 Kabupaten di Kalbar

Baca: Dhia Cosmetic Tawarkan Asesoris Kaum Hawa Serba 35 Ribu

Baca: Periksa Kesehatan Gigi, Tempat Ini Bisa Jadi Solusi

Menurutnya, apapun hasil yang diperoleh pada pemilu kali ini semua harus menerima dengan lapang dada. Setelah berkompetisi Riski meminta agar kembali bergandengan tangan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Untuk itu, sekarang waktunya kita merangkul, kita bersama-sama membangun peradaban dengan jalur kita masing-masing. Yang menang melalui jalur parlemen, menyuarakan suara-suara masyarakat, dan yang kalah kembali ke arah dan nilai dasar perjuangannya sebelumnya," ungkap Rizki.

Disisi lain, Rizki juga mengingatkan agar KPU dan Bawaslu cermat dalam melihat dan menjalankan amanah masyarakat selaku penyelenggara pemilu.

Menurutnya, segala macam kemungkinan bisa saja terjadi dalam politik. Termasuk banyak sekali isu-isu yang mengatakan penyelenggara pemilu tidak menjalankan tugasnya sesuai koridor.

"Untuk itu, penyelenggara harus jeli melihat semua yang terjadi di lapangan. Dalam politik segala sesuatu bisa saja terjadi, untuk itu peran dari KPU dan Bawaslu ini penting dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas," tegasnya.

"Banyak isu-isu yang beredar kalau KPU misalnya di katakan tidak netral, dan lainnya. Untuk itu, KPU harus membuktikan bahwa mereka netral, hanya dengan begitu KPU bisa mendapatkan kepercayaan kalau tidak, maka KPU akan tetap di anggap tidak netral. Jaga suara rakyat, karena mereka sudah memberikan kewajibannya untuk memberikan hak suara sesuai dengan amanat konstitusi yang berlaku," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved