Breaking News:

Indonesia Darurat Narkoba, BNNK Sintang Harap Peran Seluruh Elemen Masyarakat

BNN Kabupaten Sintang menggelar Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Dunia Usaha/Swasta Kabupaten Sintang

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maskartini
TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sintang menggelar Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Dunia Usaha/Swasta Kabupaten Sintang Tahun 2019 yang digelar di My Home Sintang, Selasa (30/4/2019) pagi. 

Indonesia Darurat Narkoba, BNNK Sintang Harap Peran Seluruh Elemen Masyarakat 

SINTANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sintang menggelar Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Dunia Usaha/Swasta Kabupaten Sintang Tahun 2019 yang digelar di My Home Sintang, Selasa (30/4/2019) pagi.

Kepala BNN Sintang, Agus Akhmadin mengungkapkan bahwa diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

"Kita disini menjalankan salah satu pilar BNN yaitu pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dengan melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba khusus kepada masyarakat dunia usaha," katanya.

Baca: Peringati Hari Otonomi Daerah, Muda Minta ASN Jangan Asal Kerja

Baca: RAMALAN SHIO Selasa 30 April 2019, Kuda Menjadi Lebih Ambisius, Ayam Mengalami Krisis Emosional

Baca: Tanggapan Mahfud MD Dituntut Minta Maaf Usai Sebut Provinsi Garis Keras, Lho, Saya Memuji

Tak hanya itu, Agus Akhmadin juga menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan hal yang lebih bahaya dari korupsi dan terorisme karena dapat mengakibatkan dampak yang lebih berkepanjangan.

"Akibatnya kerusakan otak dan akan merugikan masa depan generasi masa kini yang akan berpengaruh pada masa depan bangsa. Apalagi narkoba sudah merambah ke anak-anak, ini yang harusnya jadi momok menakutkan," katanya.

Menurutnya jaringan internasional mudah masuk ke Indonesia melalui jalur laut dan jalur-jalur tikus. Ini yang harusnya menjadi perhatian banyak pihak. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah nasional.

Bahkan permasalahan narkoba menjadi atensi Presiden Republik Indonesia yang juga sudah menetapkan status bahwa Indonesia adalah Darurat Narkoba. Tentunya status Darurat Narkoba itu bukan tanpa indikator.

"Salah satu indikatornya jumlah penduduk di Indonesia yaitu kurang lebih 250 juta jiwa ini merupakan potensi besar pasar narkoba. Saat ini ada kurang lebih empat juta orang yang tercatat dalam penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved