Diskusi Peringatan Hari Tari Dunia di Pontianak Ricuh, Nursalim Yadi Anugrah Angkat Bicara

Bertempat di Kanopi Center, puluhan mahasiswa kesenian, dan seniman di Kota Pontianak berkumpul untuk diskusi terkait kejadian

Diskusi Peringatan Hari Tari Dunia di Pontianak Ricuh, Nursalim Yadi Anugrah Angkat Bicara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Nursalim Yadi Anugrah, Seniman Kalbar yang di temui Tribun di Canopi Center 

Diskusi Peringatan Hari Tari Dunia di Pontianak Ricuh, Nursalim Yadi Anugrah Angkat Bicara

PONTIANAK - Bertempat di Kanopi Center, puluhan mahasiswa kesenian, dan seniman di Kota Pontianak berkumpul untuk diskusi terkait kejadian dugaan adanya tarian LGBT dalam gelaran acara peringatan hari tari sedunia atau World Dance Day yang berujung adanya tindak kekerasan, Selasa (30/4/2019).

Nursalim Yadi Anugrah, Seniman Kalbar yang hadir secara langsung pada diskusi ini dan menjadi moderator kegiatan ini menyangkan kegiatan peringatan Hari Tari Sedunia yang berujung dengan tindak kekerasan, yang bermula adanya Vidio modern dance dari peserta yang beredar di media sosial.

"Bagi kami sangat disayangkan, khususnya diruang ekspresi seni di Kalimantan barat,'ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil pertemuan dan diskusi yang dilaksanakan, pihaknya mendapatkan beberapa point' yang harus di bicarakan secara terbuka.

Dirinya mengatakan harus ada pengusutan tentang oknum yang melakukan tindak kekerasan kepada para praktisi seni di acara peringatan Hari Tari Sedunia

"Harus di usut, khususnya oknum yang melakukan tindak kekerasan, baik dari institusi pemerintah maupun oknum ormas yang terlibat,"ungkapnya.

Baca: IPNU Kubu Raya, Apresiasi Sikap Tegas Bupati Larang Pemutaran Film Kucumbu Indah Tubuhku

Baca: Daftar Kode Pos Lengkap di 19 Kecamatan Kabupaten Sambas

Baca: Nama Dusun Lengkap di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah

Kemudian, dari hasil diskusi didapati bahwa ia mengatakan bahwa perlu adanya jaminan keselamatan dan keamanan bagi para pelaku seni dalam berekspresi.

"Harus ada jaminan keselamatan, keamanan bagi para pelaku seni dalam kebebasan berekspresi dengan isu - isu yang mereka angkat, harus ada jaminan, tentang etika dan estetika harus mendapat jaminan,"jelasnya.

Dirinya pun berharap, Pemkot dapat menjembatani edukasi kepada masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved