Pilpres 2019

Di Fakta TVOne, Mahfud MD Jawab Balques Manisang Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2019

"Kalau massif itu tidak bisa dihitung satu, dua, tiga. Tapi, satu kelompok masyarakat itu kena semua dari kebijakan itu," jelas Mahfud MD.

Di Fakta TVOne, Mahfud MD Jawab Balques Manisang Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2019
Youtube TVOne
Dialog antara Presenter Balques Manisang dengan Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD di acara Fakta TVOne bertema Fakta Rapor KPU Merah atau Biru, Senin (29/04/2019) malam WIB. 

Di Fakta TVOne, Mahfud MD Jawab Balques Manisang Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2019

Pakar Hukum Tata Negara, Prof Mahfud MD menilai potensi diadakannya kembali Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Indonesia terlalu jauh. 

Kendati diakui ada beberapa laporan terkait kecurangan dari kubu Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01 dan Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal ini disampaikan Mahfud MD untuk menjawab pertanyaan dari presenter Balques Manisang di acara Fakta TVOne bertema Fakta Rapor KPU Merah atau Biru, Senin (29/04/2019) malam WIB. 

Balques bertanya apakah indikator dari Bawaslu bisa digunakan masing-masing pasangan calon untuk menaikkan semua rekomendasi dan laporan ke Mahkamah Konsitusi (MK). 

Baca: Mahfud MD: Saya Tidak Pernah Bilang Pemilu Ini Jujur, Ndak Pernah Bilang!

Baca: Mahfud MD Bantah Tudingan Islam Garis Keras Agar Dapat Jabatan dari Jokowi: Itu Omong Kosong Semua

"Kekeliruan yang sekarang ini jadi masalah itu, hanya sejumlah 89 dari 179.000 ribu. Dan 48 sudah diperbaiki. Artinya, kesalahan itu hanya 1 di dalam 3 ribu. Potensi Pemilu ulang terlalu jauh," ungkap Prof Mahfud MD

Mahfud MD menimpali tidak mungkin mengulang Pemilu di seluruh Indonesia. Namun, jika ada pemungutan suara ulang atau PSU di satu daerah maka dimungkinkan.  

Dengan catatan, suara yang digugat memiliki jumlah yang signifikan. 

"Misalnya, anda dengan saya kontestan. Anda kalah dengan saya seribu. Lalu anda bilang Pak Mahfud curang. Okey curang, mana buktinya? Anda temukan 100. Gak ada gunanya 100 melawan 1.000," terang Mahfud MD.

Mantan Ketua MK itu menambahkan walaupun jumlah suara yang terindikasi kecurangan tidak signifikan, tapi kontestan Pemilu yang terbukti tetap akan dijerat hukum pidana. 

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved