Bupati Jarot Menilai Pemenuhan Hak dan Kewajiban Konsumen Sesuatu yang Penting

Jarot Winarno membuka kegiatan Sosialisasi, Edukasi dan Publikasi Tugas-tugas Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen

Bupati Jarot Menilai Pemenuhan Hak dan Kewajiban Konsumen Sesuatu yang Penting
TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sintang menggelar kegiatan Sosialisasi, Edukasi dan Publikasi Tugas-tugas BPSK bertempat di Balai Ruai Kompleks Rumdis Bupati Sintang, Selasa (30/4/2019) pagi. 

Bupati Jarot Menilai Pemenuhan Hak dan Kewajiban Konsumen Sesuatu yang Penting

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno membuka kegiatan Sosialisasi, Edukasi dan Publikasi Tugas-tugas
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) bertempat di Balai Ruai Kompleks Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (30/4/2019) pagi.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional (Hakornas) Tahun 2019 di Kabupaten Sintang.

Dalam sambutannya, Jarot mengatakan bahwa Hari Konsumen Nasional adalah penghargaan dan penghormatan kepada konsumen.

“Dengan hari konsumen nasional ini diharapkan mampu meningkatkan harkat serta martabat konsumen akan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan untuk melindungi diri serta juga mampu menumbuhkan sifat pelaku usaha yang bertanggung jawab," kata Jarot.

Baca: BPSK Sintang Kenalkan Diri Sebagai Lembaga Penyelesaian Masalah Konsumen

Baca: FOTO: Rapat Koordinasi Daerah Stabilitas Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

Baca: Mahfud MD Bantah Tudingan Islam Garis Keras Agar Dapat Jabatan dari Jokowi: Itu Omong Kosong Semua

Menurut Jarot, kehadiran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sintang dirasakan sangat penting karena perlindungan konsumen di indonesia masih menjadi permasalahan yang kerap terjadi.

"Rata-rata permasalahan perlindungan konsumen ini belum dapat diselesaikan secara efektif dan efisien, maka itu dirasakan sangat penting untuk menyelesaikan masalah konsumen," ucapnya.

Saat ini menurutnya negara berperan penting dalam hal pemberdayaan konsumen karena pihak konsumen sering menjadi pihak yang lemah sehingga tidak mampu untuk memperjuangkan kepentingannya.

"Pelaku usaha pada dasarnya berpijak pada prinsip mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan biaya seminim mungkin sehingga berpotensi merugikan konsumen, baik langsung maupun tidak langsung," katanya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Sintang memberikan pesan kepada para konsumen agar sadar hak dan kewajiban sebagai konsumen serta meningkatkan edukasi dan memperhatikan aspek kesehatan.

Dirinya berharap lebih banyak lagi masyarakat semakin sadar dan teredukasi akan hak dan kewajibannya sebagai konsumen dan para pelaku usaha semakin menghargai hak-hak konsumen.

"Saya berharap pengusaha dapat memproduksi barang danjasa yang berkualitas dan aman digunakan serta mengikuti standar yang berlaku serta edukasi khususnya dilevel generasi milenial sebaiknya ditingkatkan," jelasnya.

"Dan yang paling penting adalah selalu memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, standar kualitas produk, harga dan ketepatan ukuran," pesannya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved