Wagub Ria Norsan Sebut Kalbar Provinsi Luas Tapi Minim Anggaran Pembangunan

"Wilayah kita luas, tapi anggaran pembangunannya hanya 5,2 triliun, "ni tidak memadai untuk membangun Provinsi Kalbar yang luasnya 4 kali pulau Jawa,'

Wagub Ria Norsan Sebut Kalbar Provinsi Luas Tapi Minim Anggaran Pembangunan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan,membuka Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provisi Kalimantan Barat, di hotel Kini, Pontianak, Rabu (24/4/2019). Data BPS Provinsi Kalbar hingga September 2018 angka kemiskinan di Kalimantan Barat mencapai 7,37 persen, dibawah angka kemiskinan tingkat nasional yang berada pada 9,66 persen. Di Kalbar ada 5 Kabupaten yang angka kemiskinannya lebih tinggi diatas rata-rata nasional, yaitu Kabupaten Melawi, Kabupaten Landak, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang dan dan Kabupaten Kayong Utara. 

Wagub Norsan Sebut Kalbar Provinsi Luas Tapi Minim Anggaran Pembangunan 

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan menilai Kalbar merupakan sebuah Provinsi yang sangat luas wilayahnya dan menjadi Provinsi keempat setelah Provinsi Papua, Provinsi Kaltim dan Provinis Kalteng tapi minim anggaran pembangunannya hanya sekitaran Rp 5,2 triliun. 

Saat ini, Provinsi Kalbar memiliki 12 Kabupaten dan 2 Kota, dan memiliki 174 Kecamatan, 109 Kelurahan dan 3.210 Desa. 

"Wilayah kita luas, tapi anggaran pembangunannya hanya 5,2 triliun sehingga anggaran ini tidak memadai untuk membangun Provinsi Kalbar yang miliki luas wilayahnya 4 kali pulau Jawa," ujarnya dalam acara Seminar Hasil KKDN Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Perhananan TA.2019 di Auditorium Unhan, Bogor, Senin (29/4/2019)

Baca: Ria Norsan Minta Seluruh Pemkab & Pemkot se Kalbar Patuhi Standar Layanan Publik

Baca: Wagub Ria Norsan Ingatkan Pejabat Fungsional Lebih Berinisiatif, Ingatkan ASN Bukan Lagi Zona Nyaman

Ia juga menjelaskan Provinsi Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia juga dapat diakses melalui jalan darat sehingga memberikan nilai tambah. 

Provinsi Kalbar sedang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Provinsi di Kalbar namun dana pembangunan dibandingkan dengan Provinsi di Pulau Kalimantan itu masih ditidak memadai. 

"Anggaran kita hanya Rp 5,2 triliun untuk membangun wilayah yang luas anggaran ini sangat tidak memadai," ujarnya

Ke depan, pembangunan ini akan menjadi fokus, maka saat ini Pemprov Kalbar sedang melakukan kajian atau mempersiapkan untuk pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR). 

"Mudah-mudahan, Tahun Kedua kami menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Kalbar, proses Pemekaran PKR dapat terwujud," ujarnya

Ia memaparkan jika Provinsi Kalbar sudah memiliki 2 Provinsi, maka fokus pembangunan akan menjadi fokus pembangunannya di wilayah masing-masing. 

Baca: Lantik dan Ambil Sumpah 30 Pejabat Fungsional, Norsan: Pejabat Fungsional Harus Kreatif

Baca: FOTO: Wagub Kalbar Ria Norsan Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Kalbar Yang Mencapai 7,37%

Materi-materi yang disampaikan pihak Unhan itu sangat bagus sekali, dan di Provinsi Kalbar yang akan dan mungkin harus diwaspadai adalah perang semesta dengan negara lain yang akan menguasai Provinsi Kalbar terkait Sumber Daya Alam. 

Sumber daya alam Kalbar menjadi Incaran negara lain untuk dikuasai. Provinsi Kalbar memiliki potensi sumber daya alam yang cukup banyak guna mendukung kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian; dan Sumber daya alam yang ada agar selalu dikelola dan dijaga dengan baik demi keberlangsungan kehidupan masyarakat kedepan.

"Guna mengelola dan menjadi sumber daya alam yang ada yang diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat meliputi penyiapan kawasan strategis Provinsi dan membangun hilirisasi idustri," ujarnya. (*/dan) 
 

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved