Pemilu 2019

VIDEO: Surat Suara DPR RI di Singkawang Disobek Saat Penghitungan, Ini Penjelasan Bawaslu Kalbar

Jadi itu diketahui setelah ada beberapa surat suara DPR RI yang sedang masukan ke kotak,

Surat Suara DPR RI di Singkawang Disobek Saat Penghitungan, Ini Penjelasan Bawaslu Kalbar

PONTIANAK - Bawaslu Kalbar membenarkan adanya penyobekan surat suara DPR RI di Kota Singkawang usai penghitungan.

Kordiv PHL Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menerangkan, sejak beredarnya tersebut pihaknya sudah mengkonfirmasi ke Bawaslu Singkawang.

Bawaslu Singkawang, kata dia, menyampaikan bahwa pada hari itu ketika mendapatkan informasi dari PTPS yang mengvideokan langsung bergerak untuk menghentikan penyobekan surat suara tersebut.

"Jadi itu diketahui setelah ada beberapa surat suara DPR RI yang sedang masukan ke kotak," katanya.

Bawaslu Singkawang, kata Faisal, langsung memanggil yang bersangkutan dan memintai keterangan.

Baca: Sertijab Tiga Perwira, Kompol Jovan Jabat Wakapolres Mempawah

Baca: BREAKING NEWS - Oknum PNS Kalbar 3 Kali Perkosa Gadis Belia, Putri Pengamen Itu Menangis dan Pingsan

"Hingga saat ini kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi, PTPS untuk kemudian nanti apakah seperti apa tindakan administrasi atau dugaan pidana pemilu misalnya, karena itu setelah dihitung, untuk potensi PSU, jika KPPS menandai sebelum penghitungan setelah pencoblosan, dan yang bersangkutan bukan KPPS, tapi menurut informasi itu adalah suami KPPS yang mengaku pernah menjadi KPPS," ujarnya.

Namun, ia memastikan jika tidak semua surat suara dirobek oleh bersangkutan.

"Enggak (koyak semua, red) kan penghitungan Presiden dulu baru DPR RI, DPR RI ada beberapa ketahuan kemudian dihentikan, tidak semua surat suara. Kita juga mencari informasinya apakah Presiden dikoyak juga, namun yang terekam saat itu, DPR RI," terangnya.

Faisal pun mengatakan jika ada keberatan dari saksi harusnya dituangkan dalam form C2 KPU tentang kejadian atau keterangan saksi, namun tidak ada di C dan jika di PPK tidak ada masalah maka suara tersebut tetap dianggap sah.

Baca: Inilah Jadwal Shalat Lima Waktu di Masjid An Naim Kantor Gubernur Kalbar

"Delik dan normanya karena yang menjadi ancaman pidana apabila dia menandai surat suara sebelum digunakan, artinya ada semacam intruksi untuk menandai, jadi pidananya bisa kalau melakukan penandaan, tapi sudah dihitung, yang jelas ini melanggar prosedur, karena dikoyakkan, kita lihat sejauh mana Bawaslu Singkawang melakulan proses ini, kemudian kita pastikan apakah tindakan administrasi atau bagaimana," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, surat suara DPR Ri yang dirobek saat disebutkan nama dan suara dari Petahana Daniel Johan. Pengrobekan tersebut diketahui pula saat 17 April 2019.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved