Rupinus: Produktifitas Sawit di Sekadau Masih Rendah

Rupinus juga berpesan pada instansi terkait, petani dan pihak perkebunan untuk bersinergi tanpa ada pihak yang dirugikan.

Rupinus: Produktifitas Sawit di Sekadau Masih Rendah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Pemerintah Kabupaten Sekadau mengelar kegiatan sosialisasi Program Peremajaan Kepala Sawit Rakyat Sekadau Tahun 2019 di Aula Susteran Jalan Merdeka Selatan, Senin (29/4/2019) 

Rupinus: Produktifitas Sawit di Sekadau Masih Rendah

SEKADAU - Pemerintah Kabupaten Sekadau mengelar kegiatan sosialisasi Program Peremajaan Kepala Sawit Rakyat Kabupaten Sekadau Tahun 2019 di Aula Susteran Jalan Merdeka Selatan, Senin (29/4/2019).

Pada kegiatan tersebut Bupati Sekadau, Rupinus menilai peran sub sektor perkebunan terhadap perekonomian Kabupaten Sekadau memiliki peran penting dan strategis.

"Berdasarkan data BPS nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2017 mencapai Rp 1,55 triliun. Ini meningkat daei tahun 2016 yang sebesar Rp 1,37 triliun, ini menyumbang 29,20 persen PDRB Kabupaten Sekadau," ujar Rupinus, Senin (29/4/2019).

Baca: VIDEO: Surat Suara DPR RI di Singkawang Disobek Saat Penghitungan, Ini Penjelasan Bawaslu Kalbar

Baca: VIDEO: Ratusan Murid PAUD Serbu Kantor Wali Kota, Ini Penjelasan Bunda PAUD Kota Pontianak

Hanya saja diakui Rupinus produktifitas tanaman kelapa sawit di Kabupaten Sekadau masih sangat rendah. Hal ini dilihat dari kesesuaian lahan menurut tata ruang seluas 329.865 hektare.

Dan dilanjutkan olehnya data statistik 2017 menunjukan luas tanam kelapa sawit di Kabupaten Sekadau sebesar 92.854 hektare dengan jumlah pekebun sebanyak 14.053 orang.

"Dilihat dari produktivitasnya kabupaten sekadau hanya mencapai sebesar 2.597 kg/ha/tahun (CPO), jauh lebih kecil dari angka nasional yang mencapai 4.000 kg/ha/tahun. Masih rendahnya produktifitas di Sekadau ini dikarenakan berbagai faktor, diantaranya petani belum menerapkan pola budidaya yang baik dan benar, kemudian penggunaan benih yang tidak sesuai standar serta tanaman kurang produktif atau usia tanaman lebih dari 25 tahun," papar Rupinus.

Karena itulah menurut dia pemerintah Kabupaten Sekadau menyambut baik kebijakan pemerintah pusat terkait program Peremajaan Kepala Sawit Rakyat yang pembiayaannya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

"Melalui kebijakan ini saya berharap dapat memberikan banyak nilai tambah bagi petani pekebun kelapa sawit terutama meningkatkan produksi dan kemandirian petani. Selain itu juga diharapkan dapat meminimalisir isu negatif dunia terhadap kelapa sawit indonesia,"  tambah Rupinus.

Rupinus juga berpesan pada instansi terkait, petani dan pihak perkebunan untuk bersinergi tanpa ada pihak yang dirugikan.

"Pada instansi yang berwenang serta petani pelaksana untuk segera menyiapkan dokumen usulan dan pelaksanaan di lapangan. Pihak perusahaan juga kami harapkan sebagai mitra petani memberikan bantuan maksimal untuk program ini dan kepada pihak perbankan dapat kiranya memberikan kemudahan terutama untuk akses peminjaman dan scanning sertifikat yang masih di agungkan pada bank terkait," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved