PMII Cabang Pontianak Raya Gelar Nobar Film Sexy Killers

Dalam hal ini Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Pontianak Raya menggelar Nonton Bareng (nobar) film tersebut

PMII Cabang Pontianak Raya Gelar Nobar Film Sexy Killers
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana diskusi setelah nonton barsama 

PMII Cabang Pontianak Raya Gelar Nobar Film Sexy Killers

Citizen reporter Kader PMII, Siti Maulida

PONTIANAK - Film Sexy Killers yang tengah viral sebelum Pemilhan Umum ternyata banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, pasalnya film tersebut merupakan film documenter yang menguak tentang hal-hal di balik Pertambangan Indonesia.

Dalam hal ini Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Pontianak Raya menggelar Nonton Bareng (nobar) film tersebut, untuk merefleksikan kader agar memiliki pengetahuan tentang pertambangan Indonesia. Nobar ini digelar di Kantor PW NU Kalimantan Barat. (28/04/2018).

Menurut Ketua Umum PC PMII Pontianak Raya yaitu Mustafa, nobar ini sengaja digelar pasca pemilu agar kader tidak terpengaruh ketika melakukan pemilihan pemimpin, dan agar tidak berkesan nobar berbau politik.

Baca: TERPOPULER - Fadli Zon Sebut Mahfud MD Ngawur, Konser Sosmed LIDA 2019, hingga MotoGP Spanyol 2019

Baca: Kalbar 24 Jam - Jembatan Landak II Rampung, Banjir di Singkawang, hingga Danau Penyengat di Ketapang

Baca: Ayah Kandung Artis Nikita Willy Curhat Sedih, Tak Pernah Dijenguk Anaknya Setiap Sakit

“Kita tidak berfokus ke 01 maupun ke 02, bagi kami itu udah selesai, kita sekarang focus ke 03 yaitu point Pancasila Persatuan Indonesia, kita hari ini hanya belajar tentang apa sih yang terjadi di Perusahaan Batu Bara dan apa hubungannya dengan pemerintah, terserah yang lain ingin berkomentar apa” ungkapnya.

Menurutnya apa yang terjadi hari ini, kubu satunya ingin berkuasa kubu satunya lagi ingin mempertahankan kekuasaan, nah dengan gambaran dari film ini kader menjadi lebih kritis terhadap apa yang terajadi dibalik pencalonan diri para elite elit politik yaitu bisnis, bisnis batu bara atau PLTU itu berefek pada masyarakat kecil. Mereka terkena penyakit, rumah dan lingkungannya rusak karena efek dari penambangan perusahaan yang tidak bertanggung jawab mereklamasi bekas kubangan tambang.

“Point penting untuk teman teman PMII, harapan saya setelah kalian menonton film ini, kalian bisa membuat film documenter seperti ini, dan kalian bisa lebih kritis terhadap pemerintah saat ini” imbuhnya

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved