FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar

Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).

FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-1.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
(Dari kiri ke kanan)- Direktur Res Narkoba Polda Kalbar, AKBP Gembong Yuda, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Andjar Dewanto, dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019)
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-2.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Andjar Dewanto, memberikan pemaparan dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019)
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-3.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Direktur Res Narkoba Polda Kalbar, AKBP Gembong Yuda memberikan pemaparan dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-4.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (kiri) bercengkrama dengan Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Andjar Dewanto (kanan)dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-5.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Andjar Dewanto, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-6.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (kiri) didampingi Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Andjar Dewanto (kanan) memberikan pemaparan dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-7.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Direktur Res Narkoba Polda Kalbar, AKBP Gembong Yuda memberikan pemaparan dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).
FOTO: Rakor Program Pemberdayaan Alternatif Kawasan Rawan Narkoba di Kalbar - rakor-narkoba-8.jpg
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
(Dari kiri ke kanan)- Direktur Res Narkoba Polda Kalbar, AKBP Gembong Yuda, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Andjar Dewanto, dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Memantapkan Program Pemberdayaan Alternatif Pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Kalimantan Barat, di hotel Mercure, Pontianak, Senin (29/4/2019).

.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved