668 KK di Kabupaten Ketapang Terendam Banjir, Transportasi di Tiga Desa Terputus

Lauri menambahkan, ketinggian air di beberapa Kecamatan tersebut bervariasi tapi diakuinya rata-rata ketinggian air mencapai dua meter

668 KK di Kabupaten Ketapang Terendam Banjir, Transportasi di Tiga Desa Terputus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Warga memikul sepeda motor yang melintas di daerah Indotani, akibat akses jembatan terputus akibat banjir yang melanda daerah tersebut sejak, Minggu (28/04/2019). 

668 KK di Kabupaten Ketapang Terendam Banjir, Transportasi di Tiga Desa Terputus

KETAPANG - Sekitar 668 Kepala Keluarga dari 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Ketapang dilaporkan saat ini masih terdampak banjir. 

Data tersebut berdasarkan hasil laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, hingga Senin siang (29/04/2019).

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ketapang, Lauri Kariadi mengatakan Enam Kecamatan tersebut terdiri dari Kecamatan Sandai, Sungai Laur, Nanga Tayap, Tumbang Titi, Jelai Hulu dan Kecamatan Pemahan.

Baca: Plt Kadis PUTR Ketapang Akui Pembangunan Drainase di Kota Ketapang Belum Maksimal

Baca: Ketinggian Air Beberapa Kabupaten Ketapang Hingga 1,5 Meter, Akses Transportasi Warga Lumpuh Total

"Akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir di Ketapang sejumlah Kecamatan khususnya yang berada di bantaran sungai hingga kini masih terendam banjir. Status tanggap darurat masih berstatus Siaga dan kita masih menunggu laporan resmi dari setidaknya empat Kecamatan terkait banjir, untuk dinaikkan statusnya menjadi darurat," ucap Lauri saat ditemui diruangannya, Senin (29/04).

Lauri menambahkan, ketinggian air di beberapa Kecamatan tersebut bervariasi tapi diakuinya rata-rata ketinggian air mencapai dua meter. 

"Di Desa Istana Jaya, Kecamatan Sandai sudah sebanyak 20 kepala keluarga yang mengungsi akibat air yang terus naik. Dan di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap, sebanyak 50 kepala keluarga dari sekitar 89 KK juga memilih tinggal dirumah kerabat ataupun keluarga yang berada di wilayah ketinggian," ucapnya.

Baca: Dewan Ketapang Minta Pemda Segera Tindaklanjuti Persoalan Banjir di Dalam Kota

Hasil temuan dari pihak BPBD Kabupaten Ketapang yang turun langsung kelapangan, banjir juga menyebabkan akses transportasi di Desa Sungai Melayu Jaya, Kecamatan Sungai Melayu Rayak terputus.

"Desa Sungai Melayu Jaya, di daerah Indotani Jembatan Sungai Kulan akses disana terputus jadi membuat kendaraan roda empat tidak dapat melewati jembatan tersebut. Sedangkan untuk kendaraan roda dua yang ingin melintas terpaksa harus dipikul warga," terangnya. (Nur Imam Satria)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved