40 CPNS Kota Singkawang Ikuti Pelatihan Dasar Golongan III Gelombang 1

Jika pada pelaksanaannya Saudara dinyatakan tidak lulus, maka akan diberhentikan dari CPNS dan tidak bias diangkat menjadi PNS

40 CPNS Kota Singkawang Ikuti Pelatihan Dasar Golongan III Gelombang 1
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sebanyak 40 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Pelatihan Dasar Golongan III Gelombang I Kota Singkawang Tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pelatihan BKPSDM Kota Singkawang sejak 25 April hingga 3 Juli 2019 yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Singkawang, Sumastro. 

SINGKAWANG - Sebanyak 40 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Pelatihan Dasar Golongan III Gelombang I Kota Singkawang Tahun 2019.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pelatihan BKPSDM Kota Singkawang sejak 25 April hingga 3 Juli 2019 yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Singkawang, Sumastro.

Sumastro mengatakan berdasarkan Undang-undang No 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 bahwa masa percobaan/masa prajabatan hanya selama 1 (satu) tahun dari yang sebelumnya 2 (dua) tahun. Untuk masa prajabatan ini harus melalui Pelatihan Dasar CPNS yang hanya diikuti satu kali.

“Jika pada pelaksanaannya Saudara dinyatakan tidak lulus, maka akan diberhentikan dari CPNS dan tidak bias diangkat menjadi PNS,” katanya.

Baca: Banjir Rendam Beberapa Desa dI Kubu

Baca: Hadiri Acara Pelepasan Siswa SMA Negeri 1 Belitang, Ini Pesan Bhabinkamtibmas

Raya, Sujiwo Jelaskan Hal Ini

Baca: Urus Kehamilan Hingga Melahirkan Tanpa Suami, Orang Ini Yang Setia di Sisi Nikita Mirzani

Pelatihan dasar ini merupakan sebuah proses yang mau tidak mau, suka atau tidak suka wajib diikuti oleh setiap CPNS sebagai salah satu persyaratan untuk bias diangkat menjadi PNS.

“Oleh karena itu ikuti pelatihan dasar ini dengan sungguh-sungguh,” harapnya.

Pelatihan dasar CPNS ini memadukan antara pelatihan klasikal (di kelas) dan non klasikal (ditempat kerja) serta memadukan kompetensi social kultural dan kompetensi bidang.

Sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasi serta membuatnya menjadi kebiasaan dan merasakan manfaatnya.

“Sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter Pegawai Negeri Sipil yang professional sesuai bidang tugas,” ujarnya.

Ia berharap selama pelaksanaan pelatihan dasar CPNS, baik saat proses pembelajaran klasikal maupun non klasikal, para widyaiswara, coach dan mentor akan selalu membantu membimbing, mengarahkan dan mengawasi setiap peserta agar internalisasi dan aktualisasi dapat terwujud dengan baik.

“Jadikanlah pelatihan ini sebagai kesempatan belajar mengubah diri menjadi PNS yang berkualitas. Jangan sia-siakan pemerintah yang telah mengangkat status saudara menjadi seorang CPNS. Setahap lagi akan menjadi PNS,” tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved