Wanita Paling Muda Menjadi Staff Penindakan dan Penyidikan di Bea Cukai

Olivia Bella Virginia atau sering disapa Oliv merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang kini jauh merantau di negeri orang.

Wanita Paling Muda Menjadi Staff Penindakan dan Penyidikan di Bea Cukai
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Olivia Bella, Staf Seksi Penindakan dan Penyidikan di Bea Cukai 

Wanita Paling Muda Menjadi Staff Penindakan dan Penyidikan di Bea Cukai

PONTIANAK - Olivia Bella Virginia atau sering disapa Oliv merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang kini jauh merantau di negeri orang.

Menjadi bagian dari Bea Cukai merupakan suatu hal yang tidak pernah ia sangka selama ini. Oliv yang berjenjang pendidikan S1 Hukum di Bandung, menempuh studynya tepat selama empat tahun dengan tekad dan keinginan yang kuat.

Perjalanannya menjadi bagian dari Pemerintahan tidak terlepas dari dukungan dan doa kedua orangtuanya. Selama berada di penempatan Bea Cukai Pontianak tepatnya di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) TMP B Pontianak, ia masih sering "Homesick" atau kita sebut rindu rumah.

Oliv merupakan wanita muda yang lulus dalam tahapan CPNS di tahun 2017. Ia pun mengatakan dirinya belum sempat merasakan bagaimana mencari kerja setelah tamat kuliah.

Baca: Hadiri Perayaan Paskah ASN Kristen, Asisten II Ajak Bersama-sama Bangun Sintang

Baca: ASN Kristen Pemkab Sintang Lakukan Perayaan Paskah Persekutuan Doa

Baca: Bupati Jarot Ajak Jadikan Lomba Sampan Bidar Sebagai Ajang Silaturahmi Antar Daerah

"Saya benar-benar tidak tahu kalau saya akhirnya menjadi bagian di Bea Cukai. Setalah saya tamat kuliah, ada pembukaan besar-besaran di tahun 2017 dan saya coba ikuti. Itu juga karena orangtua saya yang beri tahu pembukaan CPNS dan disuruh coba," paparnya.

Kini ia menjabat sebagai Staff Bidang Penindakan dan Penyidikan di KPPBC TMP B Pontianak dengan pangkat yang lebih tinggi. Hal itu karena ia menjadi wanita 1 diantara 200 orang yang lulus diseluruh Indonesia melalui jalur pendidikan S1 dan di KPPBC atau Kantor Pelayanan Bea Cukai Pontianak, ia menjadi satu-satunya wanita muda yang diterima melalui jalur S1.

Ia juga menceritakan perjuangannya yang hampir saja gagal untuk mengikuti tahapan ujian CPNS saat di Jakarta. Keadaan yang macet, pernah membuatnya berpaling untuk tidak mau mengikuti ujian tersebut.

Namun,ia mengingat akan perjuangan kedua orangtuanya yang sampai kini ingin ia mandiri dan menjadi wanita yang kuat. Iapun memesan ojek online untuk ke lokasi ujian.

Dengan rasa syukurnya, ia masih bisa mengikuti ujian yang memang belum dimulai. "Selalu ada jalan yang terbaik diberikan Tuhan bagi kita yang berusaha. Saya pernah pupus harapan saat mengikuti ujian tahap psikotes. Namun saya harus berfikir dua kali, tkarena kesempatan memang harus diperjuangkan," ujarnya pada Tribun.

Wanita berkulit putih ini juga harus merasakan perbedaan lingkungan yang sangat jauh dari kedua orangtuanya. Tanpa bekal pembiayaan yang lebih, ia tidak lagi meminta uang pada kedua orangtuanya. Namun, ia menceritakan jiwa korsa dari para senior di Bea Cukai yang bisa mengajarkannya untuk hidup mandiri.

"Dari awal saya tidak pernah berfikir juga akan di tempatkan di Pontianak, saya gak pernah ngebayangin gimana rasanya disini dan ini memang awal diri saya untuk maju dan berkembang serta mengembangkan potensi yang memang sudah kita pelajari selama ini," tambahnya.

Oliv merasa bersyukur, ia yang aktif saat masa kuliah ternyata memiliki efek yang baik di masa kerja sampai sekarang. "Organisasi akan sangat membantu kita dalam menurunkan ego, juga memberikan pengalaman yang baik untuk saya sampai bisa disini," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved