Sekda Sintang Buka Kegiatan Sosialisasi Kiat Guru Tahap I Tahun 2019

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membuka Sosialisasi Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru) Fase II

Sekda Sintang Buka Kegiatan Sosialisasi Kiat Guru Tahap I Tahun 2019
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membuka Sosialisasi Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru) Fase II Lokasi Pemantapan Kabupaten Sintang Tahap I Tahun 2019 di Aula Dinkes Sintang, Sabtu (27/4/2019) kemarin. (Istimewa) 

Citizen Reporter
Kasubbag Pemberitaan Humas Setda Sintang
Syukur Saleh

Sekda Sintang Buka Kegiatan Sosialisasi Kiat Guru Tahap I Tahun 2019

SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membuka Sosialisasi Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru) Fase II Lokasi Pemantapan Kabupaten Sintang Tahap I Tahun 2019 di Aula Dinkes Sintang, Sabtu (27/4/2019) kemarin.

Kegiatan ini berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Kabupaten Sintang dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud-RI dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden-RI tentang perluasan Program KIAT Guru.

Pada sambutannya, Yosepha mengatakan bahwa masalah pendidikan pada dasarnya hingga saat ini di Kabupaten Sintang masih menjadi salah satu permasalahan serius yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca: Bupati Jarot Sebut PDAM Wilayah Timur Kalbar Hadapi Permasalahan yang Sama

Baca: PDAM Tirta Senentang Gelar Employee Gathering Ajang Pertemuan PDAM Wilayah Timur Kalbar

Baca: Kutipan Buku Heritage dan Ciri Khas Karya Milik Ahmad Asma DZ Dalam Sebutan Tanah Seribu

"Terutama masalah sarana prasarana pendidikan masih banyaknya ruang kelas dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat serta aksesbilitas yang masih rendah yang diakibatkan infrastruktur jalan yang belum memadai," jelasnya.

Selain itu, masih rendahnya kualitas tenaga guru dan tenaga pendidikan juga masih terbatasnya kemampuan pemerintah daerah dalam pengalokasian dana anggaran di bidang pendidikan.

"Penyebaran tenaga guru yang belum merata diseluruh wilayah Kecamatan dan desa khususnya di dearah-daerah terpencil dan tertinggal," jelasnya.

Selain itu, dengan masih rendahnya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sintang Tahun 2017 dengan angka 65,16 masih rendah di bawah nilai IPM Provinsi Kalbar yang sudah mencapai 66,26 dan IPM Nasional 70,81.

"Rata-rata angka lama sekolah kita yang masih pada angka 6 hingga 7 tahun serta masalah angka kemiskinan juga masih menjadi perhatian kita. Pada empat tahun terakhir ini mengalami kenaikan yaitu pada Tahun 2018 mencapai angka sebesar 10,35 persen," katanya.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat yang hanya 7,33 persen. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai visi dan misi.

Untuk itu, Yosepha berharap dilaksanakan kegiatan ini ke depan akan meningkatkan kinerja para guru dan pendidik di Kabupaten Sintang. Sehingga secara bertahap akan meningkatkan nilai IPM Kabupaten Sintang hingga tahun 2021 mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Sintang Kusmara Amijaya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini guna menyampaikan perbedaan Desain Program KIAT Guru Fase Rintisan dan Fase pemantapan.

"Penyampaian tahapan kegiatan pemantapan Program KIAT Guru di 41 sekolah rintisan dan Penyusunan rencana Sosialisasi Desa dan Pembentukan janji bersama dengan dukungan dana APBDES," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved