Pemilu 2019
Cornelis Minta Masyarakat Kawal Proses Pemilu
Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN), Drs. Cornelis mengingatkan kepada seluruh masyarakat Dayak yang ada di seluruh Penjuru nusantara
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Cornelis Minta Masyarakat Kawal Proses Pemilu
PONTIANAK - Presiden Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN), Drs. Cornelis mengingatkan kepada seluruh masyarakat Dayak yang ada di seluruh Penjuru nusantara untuk mengawal dan mensukseskan rangkaian Pemilu 2019.
Termasuk tidak mudah terprovokasi berita bohong yang saat ini beredar di media sosial.
Menurutnya, saat ini memang proses pencoblosan pada Pemilu 2019 sudah selesai, namun prosesnya masih terus berjalan.
Untuk itu, Gubernur Kalbar dua periode ini meminta masyarakat Dayak yang ada untuk tidak mudah terpengaruh terkait berbagai isu dan hoak yang beredar di tengah masyarakat terkait pemilu.
Baca: Langsung Tancap Gas, Anggar Mempawah Rebut 2 Medali Perak Kejurnas Anggar
Baca: Pengurus Masjid Darun Najah, Serdam Serahkan 250 Paket Pada Yatim Piatu dan Dhuafa
Baca: Penggemar Tahu Goreng Sumedang Tak Perlu Jauh-jauh, Sudah Hadir di Kawasan Jalan Arteri Supadio
"Kita sama-sama menggiringnya dan menunggu ketetapan dari KPU sebagai lembaga penyelenggara resmi Pemilu," kata Cornelis di Ngabang, Minggu, (28/04/2019).
Terkait hasil pemilu baik Pilpres maupun Pileg di tiap tingkatan, saat ini masih dalam proses perhitungan suara dari KPU. Namun, hasil quick count dari beberapa lembaga survey sudah memberikan gambaran siapa yang memenangkan Pilpres dan peraih kursi di lembara DPR, DPD dan DPRD kabupaten/kota.
"Tapi perhitungan tersebut bukan dari hasil lembaga resmi, karena yang menyatakan menang dan kalah itu adalah KPU. Saya saja, berdasarkan hitung-hitungan dari Parpol sudah dipastikan mendapatkan kursi di DPR, tapi saya belum mau sujud syukur, karena saya masih menunggu ketetapan dari KPU biar resmi," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar ini.
Menurutnya, kalah menang sudah biasa, jangan sampai demokrasi yang sudah disepakati bersama diingkari dan didelegitimasi demi hanya ambisi kekuasaan.
"Kekuasaan bukanlah segala-galanya, tapi kehendak rakyatlah yang paling utama. Terimalah demokrasi sebagai pilar kekuatan bangsa dan negara," kata Cornelis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/11mantan-gubernur-kalbar-periode-2008-2018-cornelis.jpg)