VIDEO: Sambut Hari Tari Dunia, Kalbar Miliki Sanggar Bougenville Yang Sudah Berkiprah 34 Tahun

Mencintai suatu seni dan budaya merupakan keistimewaan bagi putra-putri Indonesia.

VIDEO: Sambut Hari Tari Dunia, Kalbar Miliki Sanggar Bougenville Yang Sudah Berkiprah 34 Tahun

PONTIANAK - Mencintai suatu seni dan budaya merupakan keistimewaan bagi putra-putri Indonesia.

Tepatnya di tanggal 29 April mendatang, merupakan momen di mana masyarakat di seluruh dunia menampilkan keindahan seni tari dari budaya daerah masing-masing.

Dilihat dari berbagai sumber, Hari Tari pertama kali muncul pada tahun 1982 dan dicanangkan oleh Lembaga Tari Internasional CID-Counseil International de la Danse, yakni tujuannya untuk mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi dalam menampilkan beragam tarian negara mereka.

Karena itu, bersama UNESCO, CID menjadi wadah bagi warga dunia untuk mementaskan pertunjukan tari dari budaya mereka. Dengan begitu, diharapkan semua generasi muda dapat terus melestarikan budaya melalui seni tari.

Baca: Doa Sahur Puasa Ramadan dan Lafaz Bacaan Niat Puasa: Keutamaan Luar Biasa Makan Sahur

Baca: Manchester United Vs Chelsea, Dua Klub Berburu Jatah Terakhir Tiket Kualifikasi Liga Champions

Baca: Video Klip Lucinta Luna Trending Nomor 1 di Youtube, Netizen Temukan Fakta Mengejutkan!

Kali ini Tribun mengangkat sebuah sanggar tari yang sudah berkiprah selama 34 tahun yang dinamakan dengan "Sanggar Bougenville". Didirikan pada 17 September 1984, begitu banyak kiprah yang sudah mencuat dari sanggar tari ini.

Sejarah ringkas sebelum berdirinya sanggar Bougenville, itu diamankan sanggar Wijaya Kesuma dan dibawah asuhan Kodam XII Tanjungpura. Pendiri sanggar adalah ayah dari Ketua Sanggar Tari Bougenville, Yuza Yanis Chaniago.

Yuza mengatakan, nama Bougenville diadopsi dari nama gang Bougenville yang memiliki nama bunga sebagai jalan dengan arti keindahan. Sanggar ini tepatnya berada di jalan M. Saad Ain gg Bougenville blok g1 no 17 (sanggar bougenville) di perumnas 1.

Hal itu disampaikan oleh Yuza karena tari-tarian identik dengan sebuah tata bahasa bentuk tubuh yang cantik nan gemulai. Yuza juga sangat berterimakasih kepada seluruh anggota yang percaya terhadap Sanggar Bougenville sampai sejauh ini.

"Seluruh anggota berkisar 130 lebih dan saya sangat bersyukur atas kiprah sanggar ini untuk dimasa yang akan datang. Tidak lupa saya juga sebutkan sekitar 80 persen penari sanggar adalah tingkat pelajar dari SD SMP SMA dan lainnya yang masih sekolah," ujar Yuza.

Menyambut Hari Tari Sedunia dihari Senin mendatang, Yuza berharap sanggar tari Bougenville bisa semakin memiliki arti yang dalam bagi seluruh masyarakat terutama anak bangsa yang sudah ikut membantu hingga ditahun-tahun ini.

Hal ini dirasakannya sebagai kepala pimpinan tari. Diamana ia melihat begitu banyak potensi anak bangsa yang bisa dikembangkan alam sebuah kegiatan positif.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved