Film Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara

Film Terbaru Garin Nugroho Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara...

Film Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Film Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara 

Padahal, kebudayaan itu sendiri lahir dari masyarakat yang kemudian coba dikebiri demi budaya juga ego segolongan pihak.

Berbagai potret sosial tersebut coba dibawakan Garin Nugroho sesuai dengan gayanya yang artistik dan 'festival'.

Meski, harus saya akui, 'Kucumbu Tubuh Indahku' terasa lebih pop dibandingkan karya Garin sebelumnya sekaligus yang akhirnya bisa saya agak mengerti.

Meskipun begitu, film dengan karakter lintas gender apalagi menyinggung soal orientasi seksual yang berbeda dibandingkan pemahaman umum masyarakat memang tidak mudah untuk dibuat. Bahkan untuk seorang Garin Nugroho.

Dalam konteks film, Garin menampilkan fenomena sosial dalam film ini sebenarnya sah-sah saja karena menayangkan potret faktual.

Namun karena bersinggungan dengan hal yang sensitif bagi pemahaman masyarakat saat ini, konten tersebut mesti disampaikan dengan hati-hati agar tak menimbulkan stigma.

Langkah hati-hati tersebut sebenarnya tampak sudah dipikirkan Garin pada aspek penyampaian konflik identitas gender yang dialami Juno. 

Garin -dengan latar budayanya yang kental akan Jawa- menunjukkan ekspresi gender Juno melalui perawakan dan tampilan karakter tersebut yang kental dengan nuansa feminin seperti lemah lembut, tak banyak bicara, tatapan sayu, hingga lekuk dan isyarat gerak tubuh. 

Namun tampilan tersebut yang kemudian ditempelkan pada pekerjaan Juno sebagai seorang penari, sebenarnya rawan memberikan stigma. 

Dalam bahasa awam, masyarakat bisa memberikan cap "lelaki penari gemulai memiliki orientasi seksual yang berseberangan dengan pemahaman umum".

Hal ini yang perlu diperhatikan dalam membuat film dengan karakter utama lintas gender, apalagi orientasi seksual, oleh banyak pihak, bukan hanya sineas dan media.

Selain itu, tampaknya film yang telah rilis pada 18 April lalu ini telah mengalami banyak sensor atau memang ada bagian cerita yang sengaja dibuang.

Hal ini terlihat dari sejumlah bagian film yang terasa jumping sehingga meninggalkan kehampaan logis bagi penonton, meskipun masih bisa dinikmati hingga akhir.

Meski begitu, ia mengatakan harus menyebut bahwa Kucumbu Tubuh Indahku memiliki banyak makna dan pesan kemanusiaan alih-alih hanya sekadar film LGBT seperti dituduhkan petisi ber-75 ribu tanda tangan yang viral akhir-akhir ini. 

Film ini harus dilihat dengan pikiran terbuka dan memandang bahwa dunia itu bukan sekadar hitam-putih.

Dan itu menjadi tantangan bagi Garin Nugroho untuk menampilkan film berisi kisah nyata bagi masyarakat yang kini pikirannya mulai menyempit dan gemar menghakimi melalui dunia maya.

Sinopsis Film Kontroversial 'Kucumbu Tubuh Indahku' 

Film Kucumbu Tubuh Indahku menceritakan perjalanan hidup Juno, sejak kecil hingga dewasa menjadi penari, di sebuah desa di Jawa, yang terkenal sebagai desa penari lengger lanang, jenis tarian perempuan yang dibawakan penari laki - laki.

Kehidupan Juno kecil adalah kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya, namun perjalanan hidupnya selanjutnya adalah perjalanan kehidupan penuh trauma kekerasan tubuh.

Trauma kekerasan politk yang dialami Ayahnya menjadikan Juno hidup sendiri .

Halaman
1234
Penulis: Mirna Tribun
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved