Film Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara

Film Terbaru Garin Nugroho Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara...

Film Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Film Kucumbu Tubuh Indahku Diboikot di Negara Sendiri, Raih Penghargaan di Banyak Negara 

Hingga kini Kucumbu Tubuh Indahku tinggal tersisa di setidaknya dua bioskop di Jakarta, apalagi setelah adanya serbuan Avengers: Endgame.

Film Kucumbu Tubuh Indahku Sebenarnya Sudah Banyak Sensor

Kucumbu Tubuh Indahku sebenarnya bisa saja hanya mengisahkan perjalanan batin berliku seorang penari Lengger Lanang, namun Garin Nugroho mencoba memotret hal yang lebih luas dari sekadar kisah seorang penari, yaitu penghakiman sepihak.

Kisah Kucumbu Tubuh Indahku mencerminkan sikap sebagian masyarakat Indonesia yang konon beragam namun faktanya sulit menerima perbedaan.

Hal ini kemudian menekan sebagian pihak lainnya hingga menghadapi berbagai kesulitan menjalani hidup.

Dalam film ini, kesulitan yang dialami Arjuno (Muhammad Khan) berkaitan dengan identitas ekspresi gender sejak kecil yang sudah membuat dia sulit untuk berkomunikasi. 

Ditambah dengan penghakiman dari lingkungan tanpa sifat rasa kemanusiaan atau empati, tak heran bila begitu banyak beban hidup yang Juno rasakan di usianya yang belum matang.

Arjuno sejak kecil mengalami konflik batin terkait identitas gender yang ia alami. 
Arjuno sejak kecil mengalami konflik batin terkait identitas gender yang ia alami. (Fourcolours Films)

Di sisi lain, pelampiasan hasrat diri dari sosok Arjuno pada tarian Lengger Lanang ternyata juga tak menolong untuk membuat masyarakat mengerti. 

Juno masih saja mengalami kesulitan mengejar renjananya itu.

Dalam hal ini mimpi film Hollywood ala 'La La Land' tak berlaku di Indonesia, atau memang film Barat kelewat utopis. 

Padahal, tarian Lengger Lanang sebenarnya awam dibawakan oleh laki-laki di kawasan Banyumas, Jawa Tengah.

Tarian itu diketahui sudah ada sejak Abad ke-18 dan tercatat dalam Serat Centhini.

Namun masyarakat -yang dalam film disebut berlatar di era reformasi- menolaknya.

Selain itu, Garin Nugroho mencoba menampilkan bahwa kelompok marjinal yang diwakili oleh Arjuno dan teman-teman lenggernya menjadi korban dari kepentingan politik segelintir orang. 

Fenomena tersebut juga sebenarnya terjadi di dunia nyata.

Seringkali, demi politik, kelompok minoritas dijadikan tumbal alih-alih mendapat perlindungan atau hak yang sama dengan kelompok mayoritas.

Bukan hanya itu, catatan penting dari film ini adalah kebudayaan asli Indonesia kerap menjadi korban politik, seperti dicap sebagai wadah komunisme, klenik, atau menentang agama. 

'Kucumbu Tubuh Indahku
'Kucumbu Tubuh Indahku' menampilkan tarian tradisional Indonesia. (dok. Fourcolours Films)
Halaman
1234
Penulis: Mirna Tribun
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved