Sekolah Ramah Anak, Upaya Pemerintah Penuhi Hak-hak Anak

Adapun perwujudan dari undang-undang yang satu ini, diantaranya melalui penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Sekolah Ramah Anak, Upaya Pemerintah Penuhi Hak-hak Anak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ BELLA
SDN I Rasau Jaya 

Sekolah Ramah Anak, Upaya Pemerintah Penuhi Hak-hak Anak

KUBU RAYA - Dengan ditetapkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, diharapkan dapat membuat kondisi dan perlindungan anak menjadi lebih baik.

Dimana dalam undang-undang tersebut memuat perlindungan terbaik bagi anak, yaitu hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, partisipasi serta perlindungan anak dari kekerasan.

Adapun perwujudan dari undang-undang yang satu ini, diantaranya melalui penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA).

SRA sendiri diatur dalam Peraturan Menteri (PM) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI nomor 8 tahun 2014.

Baca: Sekolah Ramah Anak Beri Dampak Positif Perkembangan Psikologi Anak

Baca: VIDEO: Ini Stok Sembako di Gudang Bulog Putussibau

Melalui SRA ini, diharapkan sekolah dapat mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, aman, ramah, indah,inklusif sehat, asri dan nyaman.

Penerapan SRA juga diharapkan mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya.

Juga mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus mengungkapkan di Kubu Raya, ditargetkan tahun ini ada 15 sekolah baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerapkan SRA.

Keberadaannya akan menyebar, dimulai dari daerah-daerah kecamatan terdekat.

Karena dalam mewujudkan SRA, Frans menerangkan, butuh sarana pembinaan, mulai dari fasilitas yang memadai, sumber daya manusia dan lainnya.

Sehingga tidak bisa dilaksanakan dengan tanpa persiapan atau secara serentak dalam kurun waktu yang singkat.

Adapun saat ini, beberapa sekolah di Kubu Raya yang telah menerapkan SRA untuk sementara masih yang bersifat normatif dulu.

“Belum sampai ke aksi yang lebih, tapi kita tingkatkan kedepannya. Program baru (SRA), yang pastinya udah jalan, tapi menuju ke yang lebih sempurna,” ungkapnya.

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved