Citizen Reporter

HKB Bukan Seremoni, Doni: HKB Gerakan Ubah Perilaku untuk Kesiapsiagaan

Selain pentingnya pendidikan dini, perempuan dan ibu dipilih karena memiliki sifat melindungi

HKB Bukan Seremoni, Doni: HKB Gerakan Ubah Perilaku untuk Kesiapsiagaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama BPBD Kalbar‎ yang Siap memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) untuk tingkat Kalbar di Pusatkan di Kampus IKIP PGRI Pontianak. 

Citizen Reporter
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho

BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong gerakan kepada individu, keluarga maupun komunitas untuk siap menghadapi bencana.

Langkah ini dimulai sejak 2017 lalu dengan penyelenggaraan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh setiap tanggal 26 April.

HKB bukanlah seremoni tetapi upaya konkret  untuk mengubah perilaku untuk membangun kesiapsiagaan diri, keluarga dan komunitas.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa HKB mengedepankan aksi nyata seperti pemeriksaan keberadaan dan keberfungsian kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan, seperti adanya rambu dan jalur evakuasi yang aman serta titik kumpul, tersedianya alat pemadam api, manajemen keselamatan bangunan-bangunan bertingkat, dan sebagainya.

Baca: Binggung Cari Alamat Kantor Lurah Beringin Sanggau, Disini Lokasinya

Baca: KPK Turun Tangan Terkait Banyaknya Perusahaan Penunggak Pajak Kendaraan di Kalbar

 
"Juga melatih evakuasi dengan tenang dan tidak panik merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi ancaman bencana," ujar Doni dalam latihan HKB, Jumat (26/4/2019) yang berlangsung di Sesko TNI AU, Lembang, Jawa Barat.

Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) merupakan kesempatan berharga yang melibatkan semua pihak untuk melakukan latihan penanggulangan bencana.

Upaya tersebut juga bisa diawali dengan langkah yang sangat sederhana dalam lingkup keluarga, misal mengidentifikasi lingkungan sekitar terhadap ancaman bahaya atau memperkirakan akses evakuasi dilihat dari sekat di dalam rumah.

Melalui latihan, BNPB mengharapkan masyarakat dapat mengasah naluri untuk dapat bertahan hidup.

Hal tersebut diusung pada HKB dengan slogan 'Siap Untuk Selamat.' Latihan tersebut harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan komunitas. Menurut Doni, pendidikan paling dini wajib dilakukan mulai dari rumah.

Baca: 15 Petugas KPPS di Ketapang Sakit Karena Kelelahan, KPU Surati Diskes Fasilitasi Kesehatan PPK

Halaman
12
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved