Bea Cukai Entikong Terima Pelimpahan 70 Slop Rokok dan 96 Botol Miras

“Keterangan asal usul barang rokok polos tanpa pita cukai dari Malaysia ditangkap dijalur tikus di daerah Guna Banir, ”

Bea Cukai Entikong Terima Pelimpahan 70 Slop Rokok dan 96 Botol Miras
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
70 slop rokok dan 96 botol miras yang dilimpahkan dari Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Kamis (25/4/2019). 

Bea Cukai Entikong Terima Pelimpahan 70 Slop Rokok dan 96 Botol Miras 

SANGGAU - Kasi Penindakan Dan Penyidikan Bea Cukai Entikong, Riswandono menyampaikan, pihaknya sudah menerima pelimpahan 70 slop rokok (700 bungkus) merk Era dan Djarum Black dan 96 botol miras dari Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Kamis (25/4/2019).

“Keterangan asal usul barang rokok polos tanpa pita cukai dari Malaysia ditangkap dijalur tikus di daerah Guna Banir, ”katanya melalui telpon selulernya, Jumat (26/4/2019).

Sedangkan minuman keras (Miras) ditangkap dijalur tikus sayap kiri PLBN Entikong. Sementara untuk barang bukti yang diamankan dilakukan pencacahan atau dihitung.

“Selanjutnya dilakukan Surat Bukti Penindakan (SBP). Karena tidak ada pelaku/tersangka maka barang bukti selanjutnya diajukan usulan kepada Kepala Kantor menjadi Barang Dikuasai Negara (BDN), ”pungkasnya.

Baca: Brace Stefano Lilipaly Bawa Bali United Taklukkan Persija di Piala Indonesia, Ini Cuplikan Golnya

Baca: BREAKING NEWS - Anggota KPPS TPS 03 Dusun Bungok Sanggau Meninggal Dunia

Baca: TERPOPULER - Pengakuan Audrey Pada Hotman Paris, Gadis Pontianak Disiksa, hingga Hasil LIDA 2019

Sebelumnya diberitakan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns mengagalkan upaya penyelundupan 12.240 batang rokok dan hampir seratus botol miras ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Indonesia melalui jalur tikus di perbatasan Kabupaten Sanggau, Kamis (24/4/2019).

“Pada saat melaksanakan patroli, ada motor yang melewati jalur tidak resmi membawa rokok sejumlah lebih kurang 12.240 batang kemudian ada minuman keras juga, ”kata Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto melalui rilisnya, Kamis (24/4/2019) malam.

Baca: Upaya Sejahterakan Petani, Fakultas Pertanian Universitas Kapuas Teken Kerjasama Dengan Distanbun

Baca: Ucapkan Duka, Dewan Sanggau Harap KPU Serahkan Santunan Untuk Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

Baca: Brace Stefano Lilipaly Bawa Bali United Taklukkan Persija di Piala Indonesia, Ini Cuplikan Golnya

Dikatakanya, saat diamankan pembawa barang-barang tersebut melarikan diri dan meninggalkan bawaannya. Diduga pembawa barang yang melarikan diri itu hanya kurir.

Pasca pengungkapan ini, pengawasan dan pemeriksaan lintas batas terus diintensifkan terutama di jalur tradisional yang kerap digunakan masyarakat melintas batas negara.
Selain itu, Yonmek 643/Wns juga mempertebal kekuatan personil di jalur tradisional yang memiliki frekuensi perlintasan orang cukup tinggi.

“Pengamanan tetap kita intensifkan. Patroli kita tingkatkan kemudian kita siapkan Pos Dalduk dan personil di perbatasan Segumon dan Guna Banir. Kita juga menggandeng instansi di perbatasan untuk terus mengedukasi masyarakat supaya membawa barang dengan prosedur resmi di jalur yang sudah disiapkan pemerintah, ”tuturnya.

Rokok dan miras yang diamankan sudah diserahkan ke Bea Cukai Entikong untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kerugian negara akibat pemasukan ini masih dalam penghitungan, ”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved