26 Kali Lakukan Kebohongan Teror, Polres Singkawang Ciduk YI

tersangka YI (32) telah melakukan kebohongan teror yang menimpa dirinya sedikitnya 26 kali.

26 Kali Lakukan Kebohongan Teror, Polres Singkawang Ciduk YI
TRIBUNPONTIANAK/Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Sat Reskrim Polres Singkawang menggelar konferensi pers dugaan tindak pidana sumpah palsu dan keterangan palsu di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (26/4/2019). 

26 Kali Lakukan Kebohongan Teror, Polres Singkawang Ciduk YI 

SINGKAWANG - Sat Reskrim Polres Singkawang menggelar konferensi pers dugaan tindak pidana sumpah palsu dan keterangan palsu di Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (26/4/2019).

Kasat Reskrim AKP Parikhesit yang memimpin konferensi pers mengungkapkan bahwa tersangka YI (32) telah melakukan kebohongan teror yang menimpa dirinya sedikitnya 26 kali.

"26 kali kebohongan teror berawal sejak 11 Maret 2019," katanya.

Teror yang dilakukan oleh tersangka beragam di antaranya membakar kasur, lemparan plastik berisikan pertalite dan melakukan pelemparan batu yang dibungkus dengan kertas bertuliskan ancaman di tempat tinggalnya Jalan Melati, Gang Puring, Kelurahan Jawa, Kecamatan Singkawang Tengah.

Baca: VIDEO: Bangunan SMP 22 Pontianak dan SD 15 Roboh, Ini Penjelasan Kadisdik

Baca: BREAKING NEWS - Anggota KPPS TPS 03 Dusun Bungok Sanggau Meninggal Dunia

Baca: TERPOPULER - Pengakuan Audrey Pada Hotman Paris, Gadis Pontianak Disiksa, hingga Hasil LIDA 2019

Kejadian seperti ini berlangsung lebih dari 10 kali dan berlangsung hampir setiap hari. Dalam satu hari bisa terjadi satu hingga empat kali.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh petugas di lapangan, berdasarkan laporan yang dilakukan tersangka sendiri, ditemukan kejanggalan dan mengada-ngada.

"Hasil rekayasanya sendiri, yang melakukan adalah tersangka sendiri," tuturnya.

Motif tersangka melakukan hal ini lantaran merasa sakit hati akibat permasalahan yang terjadi di dalam keluarganya.

Dalam satu rumah tinggal beberapa keluarga yang kesemuanya masih saudara, dimana rumah tersebut merupakan milik orang tua tersangka.

"Latar belakang sakit hati menjadi dorongan tersangka melakukan perbuatannya ini," jelas Kasat.

Tersangka dan barang bukti saat ini telah diamankan petugas. Tersangka dikenakan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved