Sempat Viral Kelebihan Suara 01 di TPS 04 di Sambas, Martono: Wajib Entry Apa Adanya

Suara pasangan 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 96 suara, namun tertulis 196 suara

Sempat Viral Kelebihan Suara 01 di TPS 04 di Sambas, Martono: Wajib Entry Apa Adanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Komisioner KPU Kabupaten Sambas Martono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Komisioner KPU Kabupaten Sambas, Martono menegaskan bahwa KPU tidak boleh mengubah form C1 hasil pemungutan suara saat melakukan entry ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) website KPU. Ia juga memastikan bahwa C1 plano yang di entry sesuai dengan data yang diterima.

"Benar apa adanya, KPU Kabupaten Sambas meng-entry sudah sesuai dengan C1 yang kami terima dari KPPS melalui PPK. Sesuai dengan hasil pindai di sistem KPU," jelasnya kepada Tribun, Rabu (24/4/2019) kemarin.

"Jika ternyata ada perbedaan dari yang disampaikan oleh KPPS melalui PPK, maka mekanismenya di koreksi, dan di perbaiki di pleno rekapitulasi tingkat PPK," imbuhnya.

Baca: Nikmati Sop Tulang Sapi di Cafe Intan, Pasar Sekura Sambas

Sebelumnya, viral di media sosial (Medsos) adanya form C1 plano yang diupload oleh KPU ke Situng terjadi kelebihan suara untuk pasangan 01, di TPS 004 Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas.

Suara pasangan 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 96 suara, namun tertulis 196 suara. Sedangkan pasangan 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno meraih 140 suara.

Menanggapi itu, Martono menuturkan, KPU melakukan entry data apa adanya sesuai dengan yang diterima KPU.

"Kami di KPU wajib mengentry apa adanya sesuai yang kami terima. Walaupun ada kesalahan isi, KPU tidak boleh mengubah dengan alasan untuk memperbaiki," jelasnya.

"Di sistem Situng, ada keterangan jika ada C1 yang salah isi. Dan data tersebut kami sampaikan ke PPK untuk nanti pada waktu pleno untuk di perbaiki," imbuhnya.

Baca: Jelang Ramdan, Harga Sembako di Sambas masih Stabil

Terkait persoalan ini, Martono menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah saling mengingatkan dan mengoreksi serta memantau jalannya Pemilu kali ini. Namun, ia meminta, hasil akhir merupakan rekap berjenjang yang dilakukan oleh KPU.

"Sebelumnya kami berterima kasih kepada netizen di Sambas atas koreksiannya. Yang perlu kami tekankan bahwa hasil yang resmi adalah yang dari hasil rekap berjenjang dari PPK, KPU Kabupaten, KPU Provinsi dan KPU RI," katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sambas, Ikhlas mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU Sambas terkait data yang salah, di entry dalam Situng. Pihaknya sudah meminta agar KPU selektif dan teliti dalam menyajikan data.

"Kita sudah koordinasikan dengan KPU agar lebih selektif dan lebih teliti terkait penyajian data Situng yang bersifat apa adanya sebagai bentuk transparansi ke publik," ungkapnya.

Baca: Bawaslu Sambas Terus Layani Laporan Tekait Pelanggaran Pemilu

Untuk itu, Ikhlas mengatakan, data yang keliru bisa jadi referensi dalam melakukan pengawasan. Terutama pada saat pelaksanaan pengawasan dan pleno tingkat kecamatan.

"Sebenarnya dengan adanya data-data yang keliru tersebut, menjadi referensi pengawas untuk fokus pengawasan pada saat sidang rapat pleno tingkat kecamatan," tukasnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved