Pemilu 2019

Penjelasan Ketua KPU Pontianak Terkait PSU di TPS 07

Terkait PSU yang dilakukan pada TPS 07 Kelurahan Parit Tokaya, Ketua KPU Pontianak Deni Nuliadi mengatakan, pada pemungutan suara 17 April

Penjelasan Ketua KPU Pontianak Terkait PSU di TPS 07
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua KPU Pontianak, Deni Nuliadi 

Penjelasan Ketua KPU Pontianak Terkait PSU di TPS 07

PONTIANAK - Terkait PSU yang dilakukan pada TPS 07 Kelurahan Parit Tokaya, Ketua KPU Pontianak Deni Nuliadi mengatakan, pada pemungutan suara 17 April lalu KPPS memberikan pemilih yang tidak memiliki hak suara di TPS ini, kemudian diberi suara.

"Lantas kemudian berdasarkan pengakuan KPPS ini pada saat rapat pleno di PPK, untuk itu kemudian ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan dijadikan temuan, kemudian dikeluarkan rekomendasi untuk pemungutan suara ulang," ujarnya Kamis, (25/4).

Ia juga mengatakan, daftar pemilih tetap di TPS 07 yang melakukan PSU berjumlah 252 jiwa. Antusiasme warga juga cukup tinggi karena sejak pagi, warga sudah berkumpul dan mengantri untuk melakukan pencoblosan.

Untuk itu, ia berharap meskipun dilakukan PSU, tingkat partisipasi juga tetap tinggi seperti pada 17 April lalu. Dan ia juga mengajak masyarakat agar selalu mengawasi jalannya PSU di TPS 07 tersebut.

Baca: Pimpinan KPK RI Basaria Panjaitan Sampaikan Arahan di Balai Petiti Kalbar

Baca: Sosok Gusti Afandi Ranie Jadi Sang Mahaputra Indonesia

Baca: Mahfud MD Tepis Kabar Server Pengolahan Data KPU di Singapura: Saya Melihat Tidak Ada Bule

Untuk petugas KPPS, kata dia, juga sudah diganti dengan yang baru. Jadi petugas KPPS di TPS 07 merupakan KPPS yang baru, karena yang lama sudah terbukti oleh Bawaslu melakukan pelanggaran.

Selain itu, para petugas KPPS yang lama juga mengakui bahwa mereka sudah tidak sanggup lagi untuk melaksanakan tugasnya untuk PSU.

"Untuk itu kita mencari peganti KPPS yang baru untuk PSU di TPS 07 ini, yang merupakan warga terdekat. Kita juga sudah berkoordinasi dengan lembaga pendidikan lembaga provinsi juga tidak ada yang siap karena waktunya kan cukup mepet, akhirnya pemungutan suara ini diambil alih oleh PPS berserta sekretariatnya yang menjadi petugas KPPS," jelasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved