Dinkes Sebut Peran Bidan Penting Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

al tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, satu diantaranya penanganan proses kelahiran langsung ditangani oleh bidan

Dinkes Sebut Peran Bidan Penting Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
Kadis Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami. Saat ditemui diruang kerjanya Kamis (25/04/2019) 

Dinkes Sebut Peran Bidan Penting Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

KETAPANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami, mengatakan angka kematian ibu dan bayi di Ketapang terbilang jauh lebih rendah dibandingkan jumlah angka nasional.

Menurut Rustami saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (25/04/2019), hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, satu diantaranya penanganan proses kelahiran langsung ditangani oleh bidan. Akan tetapi, dikatakan Rustami, saat ini belum semua desa di Ketapang memiliki tenaga kesehatan bidan.

“Peran bidan memang sangat penting untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Angka kematian ibu dan bayi di Ketapang itu rendah, bahkan berada di bawah tingkat nasional.

Hal itu tentu keterlibatan bidan dalam penanganan ibu yang akan melahirkan,” sebut Rustami.

Untuk Nasional, angka kematian ibu berada di angka 356 per 100.000 orang, dan untuk angka kematian bayi berada di angka 11 per 1.000 bayi. Dan untuk di Ketapang sendiri menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, angka kematian ibu berada di angka 116 per 100.000 orang dan untuk angka kematian bayi ada di angka 7 per 1.000 orang.

Baca: Polres Ketapang Siagakan Satu Regu untuk Pengawalan dan Pengamanan Pelaksanaan PSU

Baca: Kayong Utara-Ketapang Diprediksi Dilanda Hujan Petir

Tentunya angka tersebut membuat Kabupaten Ketapang saat ini telah mampu menekan jumlah angka kematian baik ibu dan bayi selama proses kelahiran.

Rustami menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kematian terhadap ibu maupun bayi pada saat proses melahirkan, di antaranya masih banyak proses melahirkan ditangani oleh orang yang bukan ahlinya.

Termasuk juga kualitas pelayanan kesehatan, sistem rujukan kesehatan, implementasi Jaminan Kesehatan Nasional, dan kebijakan Pemerintah Daerah terkait kesehatan.

Seringkali ada kasus di mana ibu yang melahirkan sudah dalam keadaan darurat baru dibawa ke rumah sakit atau puskesmas, sehingga tidak tertolong nyawanya. Akan tetapi, untuk kasus seperti ini tidak ditemui di Ketapang.

“Nah, di situlah peran bidan. Saat ibu yang hendak melahirkan, sudah ada bidan yang menangani, sehingga kemungkinan terburuk dapat diminimalisir,” jelasnya.

Baca: TKA Tiongkok Tewas di Ketapang, Baca Kronologis dan Penyebabnya?

Rustami mengungkapkan, keberadaan bidan memang sangat diperlukan. Akan tetapi, masih banyak daerah yang belum memiliki bidan. Dari 253 desa yang ada di Kabupaten Ketapang, tidak semua desa ada tenaga bidannya.

“Kita mengupayakan minimal di satu desa itu ada satu bidan. Meskipun bukan bidan yang berstatus PNS, paling tidak ada bidan PTT atau bidan kontrak,” ungkapnya. (Nur Imam Satria)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved