Ternyata Sudah Tiga Pejuang Demokrasi di Sintang Gugur, Ada yang Hamil Tua

Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif 2019 tak salah jika disebutkan sebagai pesta demokrasi paling gila

Ternyata Sudah Tiga Pejuang Demokrasi di Sintang Gugur, Ada yang Hamil Tua
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Jenazah Anggota KPPS di TPS 006 Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Karwan (52) saat berada di Rumah Sakit Pratama Sintang, Minggu (21/4/2019) malam. 

Ternyata Sudah Tiga Pejuang Demokrasi di Sintang Gugur, Ada yang Hamil Tua

SINTANG - Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif 2019 tak salah jika disebutkan sebagai pesta demokrasi paling gila, pasalnya untuk pertama kalinya lima jenis pemilihan dilaksanakan secara serentak.

Bahkan pada pelaksanaan pemilu kali ini banyak menelan korban. Sebab pada proses pemungutan dan penghitungan surat suara di TPS, semua yang terlibat harus bekerja lebih lama, bahkan hingga 24 jam nonstop.

Secara nasional, angka petugas KPPS, pengawas, maupun petugas keamanan yang akhirnya meninggal menyentuh angka ratusan. Rata-rata pejuang demokrasi yang meninggal dunia ini akibat kelelahan dalam bertugas.

Termasuk di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat tercatat tiga pejuang demokrasi harus gugur. Semuanya untuk suara rakyat yang harus disalurkan demi terlaksananya Pemilu 2019 yang sukses dan lancar.

Baca: Penerimaan Pajak Dana Desa Masih Rendah

Baca: Bupati Atbah: Sambas Bersiap Hadapi Ramadan

Baca: Hadir Pertama di Kota Pontianak, Menu Khusus Ikan Bakar Tuna, Deho dan Tude

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang Hazizah menjelaskan dirinya baru saja kemarin malam kembali mendapatkan informasi dari PPK Serawai jika ada petugas ketertiban TPS (Hansip-Red) yang meninggal dunia.

Petugas tersebut bernama Jentol, diketahui dirinya saat hari pemungutan menjadi petugas ketertiban di TPS 001 Dusun Batu Badak, Desa Mensulung Bio, Kecamatan Serawai.

Sebelum meninggal dunia, diketahui Jentol mengalami kelelahan, kurang tidur, dan kurang istirahat karena harus menjalan tugas hingga larut malam menjaga ketertiban pemungutan dan penghitungan suara di TPS 001 Batu Badak.

"Informasi dari PPK bahwa ada juga petugas ketertiban TPS meninggal satu hari setelah hari pemungutan suara karena memang kelelahan. Ditambah dengan kondisi beliau sakit paru-paru. Kita baru mendapatkan informasinya," katanya.

Selanjutnya kata Hazizah, tanggal 21 April 2019 kemarin juga ada anggota KPPS dari TPS 006 Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk yang akhirnya meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Pratama Sintang.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved