Anggarkan Hibah Bidang Keagamaan Rp 22 Miliar, Bupati Warning Penerima

Bupati Sanggau Paolus Hadi mengingatkan atau mewarning penerima hibah agar transparan dalam menggunakannya.

Anggarkan Hibah Bidang Keagamaan Rp 22 Miliar, Bupati Warning Penerima
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Ratusan penerima dana hibah antusias mengikuti sosialisasi penyaluran dana bantuan hibah bidang keagamaan tahun anggaran 2019 se-Kabupaten Sanggau di Aula Kantor Bupati Sanggau, Selasa (24/4/2019) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi mengingatkan atau mewarning penerima hibah agar transparan dalam menggunakannya. Ia pun berpesan agar penggunaan dana hibah tersebut sesuai usulan di dalam proposal, dan tidak digunakan untuk yang lain.

“Jangan dipakai yang macam-macam, kalian akan berdosa,” tegasnya saat membuka Sosialisasi Penyaluran Dana Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2019 Se-Kabupaten Sanggau, di Aula Kantor Bupati Sanggau, Selasa (24/4/2019) lalu.

PH, sapaan akrabnya, sengaja hadir dalam sosialisasi dana hibah untuk mengingatkan kepada penerima.

“Tahun lalu saya tidak sempat hadir, karena saya ingin menegaskan jangan sampai kemponan. Tahu kemponan. Makanya nanti setelah saya buka acara ini, bapak ibu ikuti betul apa yang disampaikan, supaya tahu bagaimana mempertanggungjawabkannya supaya tidak kemponan tadi. Karena sudah banyak gara-gara hibah ini bermasalah hukum,” tegasnya.

Baca: RAK Kodak HMI Cabang Pontianak, Desi: Jangan Bosan Berproses

Suami Arita Apolina itu menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sanggau Tahun 2018 hanya Rp 90 miliar. Sebanyak Rp 22 miliar lebih disalurkan untuk pembangunan keagamaan.

“Berapa persen itu dari PAD? Kemudian, PAD kita pakai lagi untuk membayar guru-guru kontrak, begitu juga tenaga kontrak dan honor yang lain. Perlu ini saya sampaikan supaya bapak ibu pengurus agama ini paham. Tahun ini, PAD kita targetkan Rp 100 miliar,” tuturnya.

Baca: Bawaslu Sanggau Sebut PSU di Tiga TPS Berlangsung Aman dan Lancar

Selain itu, PH juga mengingatkan untuk Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) hibah bidang keagamaan diselesaikan secepatnya. Ia pun berpesan agar tidak terjadi keributan di internal.

“Ada saya dengar ribut-ribut di dalam. Sesama panitia ribut masalah anggaran. Saya tidak mau lagi dengar yang seperti ini, harus transparan dan kompak,” pesannya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sanggau, H Roni Fauzan menyampaikan, pada 2019 sebanyak 226 penerima dana hibah bidang keagamaan. Adapun total anggaran yang diberikan sebanyak Rp 22 miliar lebih.

“Persoalannya sekarang masih banyak rumah ibadah yang belum terdaftar di Kementerian Agama Sanggau. Sebab itu, salah satu syaratnya karena sekarang sudah berlaku e-Hibah. Jadi yang belum terdaftar itu sampaikan ke kami nanti kami komunikasikan ke Kemenag Sanggau,” kata Roni.

Penerima hibah, dari Gereja GKO Dusun Engkolai, Desa Tanggung, Kecamatan Jangkang, Andre menyambut baik sosialisasi penyaluran dana bantuan hibah bidang keagamaan ini.

“Karena, dijelaskan juga tata cara SPJ agar tidak salah membuat laporannya di kemudian hari. Kita sangat menyambut baik ada sosialisasi seperti ini. Dan kita juga siap menggunakan bantuan ini sesuai dengan dalam proposal,” imbuhnya.

Baca: 152 Siswa Ikuti Wisuda PAUD se-Kabupaten Sanggau

Andre menjelaskan, bantuan dana hibah yang diterima berupa rehabilitasi Gereja GKO Engkolai, Desa Tanggung. Pihaknya baru tahun ini menerima bantuan dana hibah.

“Kemudian nanti setelah sosialisasi ini, akan ada dipanggil lagi jika sudah ada pencairan. Kebetulan yang kami sudah lengkap syarat-syaratnya. Tinggal rekeningnya lagi, apakah mau diganti atau pakai yang lama,” katanya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved