26 Pelajar Sintang Ikuti Lomba Cerita Rakyat Gunakan Bahasa Lokal

Kegiatan ini menurutnya dapat jadi media untuk melestarikan kearifan lokal budaya khas Sintang.

26 Pelajar Sintang Ikuti Lomba Cerita Rakyat Gunakan Bahasa Lokal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Penampilan peserta pada Lomba Cerita Rakyat dalam Bahasa Lokal Sintang Tingkat SLTA dalam rangka Merayakan Hari Jadi Kota Sintang ke-657 Tahun 2019 di Gedung Pancasila, Kamis (25/04/2019) pagi. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

26 Pelajar Sintang Ikuti Lomba Cerita Rakyat Gunakan Bahasa Lokal 

SINTANG - Sebanyak 26 peserta dari 15 sekolah di Sintang mengikuti Lomba Cerita Rakyat dalam Bahasa Lokal Sintang Tingkat SLTA dalam rangka Merayakan Hari Jadi Kota Sintang ke-657 Tahun 2019 di Gedung Pancasila, Kamis (25/04/2019) pagi. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang,  Lindra Azmar sangat mengapresiasi diselenggarakan lomba tersebut.

Kegiatan ini menurutnya dapat jadi media untuk melestarikan kearifan lokal budaya khas Sintang.

"Generasi muda perlu mempelajari hal-hal baik yang telah diwariskan oleh nenek moyang melalui cerita-cerita rakyat. Saya berharap lomba cerita rakyat dengan bahasa lokal Sintang ini terus dilaksanakan untuk tahun ke depan," katanya. 

Baca: Satu Pengawas TPS di Sintang Meninggal Dunia, Diduga Faktor Kelelahan

Baca: Rekapitulasi Suara Tingkat PPK di Sintang, Rata-rata Petugas Bekerja Hingga Larut Malam

Selain itu, dirinya juga mengajak semua komponen untuk terus memasyarakatkan bahasa lokal daerah Sintang dalam pergaulan sehari-hari agar generasi muda tertarik untuk mempelajari bahasa lokal daerah Kabupaten Sintang

Lanjutnya bahwa juri kegiatan ini adalah guru-guru Bahasa Indonesia dan perwakilan dinas pendidikan yang menguasai bahasa daerah Kabupaten Sintang yaitu bahasa Melayu dan bahasa Dayak. 

Juri tersebut ialah Oravia Maria Magdalena dari SMPN 2 Kelam Permai, Paridayanti dari SMPN 2 Sintang dan Sofyan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. Untuk satu peserta diberikan waktu maksimal tujuh menit untuk bercerita. 

Salah satu juri, Oravia Maria Magdalena mengatakan kriteria penilaian dari lomba ini adalah pemilihan kata yang tepat untuk digunakan dalam bercerita, ekspresi, mimik, gerak tubuh, serta melihat kesesuaian antara cerita asli dan yang akan mereka ceritakan.  

"Saya berharap ke depannya generasi muda dapat menguasai bahasa lokal daerah Sintang sehingga budaya bahasa yang sudah ada sejak nenek moyang tidak hilang ditelan jaman dan dapat terus dilestarikan," katanya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved