Pemilu 2019

Tak Cukup Alat Bukti, Abang Ramli Lolos dari Jeratan Money Politic

Ketua Bawaslu Sekadau, Nursoleh menceritakan awal mula kasus tersebut hingga dilaporkan sebagai money politic.

Tak Cukup Alat Bukti, Abang Ramli Lolos dari Jeratan Money Politic
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Sejumlah Bukti yang diduga sebagai money politik di Sekadau. 

Tak Cukup Alat Bukti, Abang Ramli Lolos dari Jeratan Money Politic

SEKADAU - Dari 4 Kasus Money Politic di Sekadau, Gakumdu telah menghancurkan kasus money politic dengan terlapor Abang Ramli Caleg DPRD nomor urut 7 partai Gerindra dapil 1 Sekadau, Rabu (24/4).

Ketua Bawaslu Sekadau, Nursoleh menceritakan awal mula kasus tersebut hingga dilaporkan sebagai money politic.

"Jadi awalnya ada laporan dari Yosep Lipius menerima uang seratus ribu pecahan 5 puluh ribu dengan kartu nama caleg pada 16 April. Kemudian atas dasar itu Lipius menganggap sebagai money politik dan melaporkan hal tersebut," ujarnya, Rabu (24/4/2019).

Kemudian Soleh mengatakan berdasarkan penuturan Lipius uang tersebut diterima dari yang diduga sebagai tim sukses dari caleg yang dilaporkan.

Baca: Desa Kepayang Dukung Program Desa Siaga Aktif dan PHBS

Baca: JaDI Harap KPU Fokus Pada Pelaksanaan dan Tahapan Daripada Usul Tak Lagi Pemilu Serentak

"Menurut Lipius uang tersebut ia terima dari Liginus Alexander dan ini juga uangnya didapat lagu dari Mento, nah inilah yang dianggap timses gerindra nomor 7 dari hasil klarifikasi pada pelapor," tuturnya.

Melalui surat penerimaan laporan Nomor 04/LP/PL/KAB/20.14/IV/2019 ditetapkan lah dua saksi Liginus Alexander dan Mento.

"Karena pelapor berkewajiban menyampaikan dua alat bukti, maka dipanggilnya saksi-saksi. Namun saksi tidak bisa hadir bahkan kami sudah janjian di simpang kayu lapis jam 7 malam dan kembali untuk kedua kalinya saksi tidak bisa hadir," lanjutnya

Maka menurut Soleh sesuai peraturan bawasalu nomo 7 tahu 2018 pasal 24 ayat 5 dan 6 Kasus tersebut statusnya menjadi kajian.

"Sesuai yang diatur menyatakan saksi jika dipanggil sampai dua kali tidak bisa hadir maka statusnya menjadi kajian. Dan kajian kita hari ini diputuskan oleh gakumdu kasus dihentikan karena tidak menebuhi syarat," pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved