Kusnadi: Kebudayaan Bisa Hilang Jika Tidak Dilestarikan

Kusnadi mengatakan melihat kondisi di jaman sekarang pendidikan dan kebudayaan perlu dikiatkan lagi

Kusnadi: Kebudayaan Bisa Hilang Jika Tidak Dilestarikan
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kusnadi usai menghadiri Gebyar Hari Pendidikan Nasional di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT), Rabu (24/4/2019) 

Kusnadi: Kebudayaan Bisa Hilang Jika Tidak Dilestarikan

PONTIANAK - Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Kusnadi mengatakan melihat kondisi di jaman sekarang pendidikan dan kebudayaan perlu dikiatkan lagi, dan jangan sampai anak lebih cenderung ke gadget. Kebudayaan juga bisa hilang jika tidak dilestarikan.

"Karena saya lihat anak-anak sekarang ini lebih cenderung bermain gadgetnya. Maka dengan penguatan pendidikan ini akan betul-betul dapat memberikan motivasi kepada anak untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan-kegiatan yang dapat menguatkan pendidikan yang ada,"ujarnya usai menghadiri Gebyar Hari Pendidikan Nasional di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT), Rabu (24/4/2019) .

Seperti misalnya kegiatan yang sudah dirancang oleh Balai Bahasa yaitu Gebyar Hari Pendidikan Nasional 2019 dengan tema menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan.

Baca: Ternyata 5 Buah Ini Bikin Kenyang Lebih Lama, Cemilan Sehat Untuk Diet!

Baca: HASIL Borneo FC Vs Persib Bandung Babak 8 Besar Piala Indonesia, Babak Pertama Berakhir Imbang 1-1

Baca: VIDEO: Lima Kabupaten Di Kalbar Dengan Angka Kemiskinan Tinggi

Kegiatan tersebut adalah upaya salah satu untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan karena kalau tidak kawatirnya anak-anak akan salah melangkah dan tidak mengetahui kebudayaannya sendiri.

"Kemampuan literasi kita sangat rendah dengan kita menguatkan literasi budaya maka akan semakin memperkuat anak-anak untuk senang membaca buku-buku yang ada di perpustakan ataupun disatuan pendidikan," ujarnya.

Ia berharapan dengan adanya penguatan pendidikan dan memajukan pendidikan mudah-mudahan anak-anak bisa menjadi anak yang kuat dimasa yang akan datang dan menjadi generasi yang dapat diharapkan oleh bangsa, serta menjadi pemimpin dimasa yang akan datanag.

"Mudah-mudahn kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan ini terus berjalan setiap tahunnya dan akan di maksimalkan dengan lebih banyak melibatkan siswa-siswi di tingkat SMP, SMA,SMK, Madrasah, SD bahkan TK PAUD juga akan kita libatkan dalam kegiatan Gebyar Hardiknas tahun berikutnya," ujarnya.

Soal pantun juga sudah ada para guru pendamping dan praktek sekolah agar siap mengikuti lomba-lomba.

"Kita memiliki guru seni budaya mungkin nanti mereka bisa membentuk komunitas anak-anak yang senang pantun dengan komunitas ini kegiatan pantun bisa dapat kita kembangkan, dapat kita majukan dan nanti mungkin Dinas Pendidikan bisa mengadakan lomba berbalas pantun tingkat provinsi dengan melibatkan siswa SMA, SMK maupun SD," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved