Bawaslu Kalbar Tangani 8 Kasus Pidana Money Politik di Pemilu 2019, Sekadau Terbanyak

Mantan Ketua KPID ini pun optimis akan memproses keseluruhan kasus yang ada.

Bawaslu Kalbar Tangani 8 Kasus Pidana Money Politik di Pemilu 2019, Sekadau Terbanyak
Net
Uang

Bawaslu Kalbar Tangani 8 Kasus Pidana Money Politic di Pemilu 2019, Sekadau Terbanyak

PONTIANAK - Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu KalbarFaisal Riza mengungkapkan jika pihaknya sedang menangani 8 kasus pidana dugaan money politik.

"Ada 8 kasus dugaan money politik, di Sekadau 4 kasus, Sintang 1 kasus, Sanggau 1 kasus, Ketapang 1 kasus dan basisnya laporan, kemudian Melawi yang OTT saat patroli pengawasan. Jadi 8 kasus itu sepanjang ini masih dilevel pembahasan Gakumdu," katanya, Rabu (24/04/2019).

Mantan Ketua KPID ini pun optimis akan memproses keseluruhan kasus yang ada.

"Kita masih optimis ini masih bisa diproses oleh Bawaslu Kabupaten Kota dan memang informasi kemarin siang masih diupdate baru dilevel pembahasan pertama," tuturny.

Baca: Caleg di Sekadau Tersandung Dugaan 4 Kasus Money Politic, Terancam Pembatalan Caleg.

Baca: Merasa Difitnah Atas Video Money Politic di Ketapang, Kasdi Akan Bawa Kasus Tersebut Ke Ranah Hukum

Untuk kasus yang ada, diterangkannya jika berbentuk laporan jika memenuhi formil dan materil maka akan berjalan proses sampai 14 hari. Sedangkan temuan harus diregister.

"Ini belum kasus pidana pemilu yang menyertai PSU, kan ada misalnya pemilih mewakili pemilih lain, atau KPPSnya mencoblos surat suara di Melawi dan Kapuas Hulu," katanya.

Baca: Bawaslu Imbau Masyarakat Bijak Terkait Informasi Pemindahan Kotak Suara di Media Sosial

Terkait sanksi untuk caleg terpilih terlibat money politik, ia pun menerangkan merupakan kewenangan dari KPU.

"Nanti kalau terpilih misalnya sebelum ditetapkan mekanismenya ada di KPU, apakah misalnya sudah inkrah di Pengadilan KPU yang menindaklanjuti, biasanya sebelum ditetapkan, kalau sesudah pelantikan biasanya urusan peserta pemilu, parpol," katanya. (dho)
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved