369.730 Orang Kalbar Masuk Kategori Miskin, Pendapatan Perkapita Bulanannya Tak Sampai Rp 421 Ribu

Sari Mariani banyak faktor yang mempengaruhi kemiskanan yang terjadi di Kalbar sehingga lima kabupaten angkanya cukup tinggi dan melebihi nasional

369.730 Orang Kalbar Masuk Kategori Miskin, Pendapatan Perkapita Bulanannya Tak Sampai Rp 421 Ribu
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi Kemiskinan di pinggiran Kota 

369.730 Orang Kalbar Pendapatan Bulanannya Kurang dari Rp 420 Ribuan dan Masuk Kategori Miskin, Sanggau Ternyata Paling Sedikit

PONTIANAK - Sebanyak 369.730 jiwa warga Kalimantan Barat masuk dalam kategori miskin berdasarkan perhitungan statistik yang telah dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Mereka yang masuk kategori miskin karena pendapatan perkapita perbulannya tidak sampai pada titik minimal yang telah ditetapkan yaitu untuk Kalbar Rp 420.831 rupiah.

Apabila dipersentasekan angka kemiskinan di Kalbar per September 2018 lalu ada di angka 7,37 persen atau tertinggi  dari lima provinsi yang ada di Pulau Kalimantan.

Baca: Kalbar Jadi Provinsi Paling Banyak Orang Miskin dan Lima Kabupaten Ini Jadi Penyumbang

Baca: Angka Kemiskinan Kalbar 7,37 Persen dan Termiskin Diantara Lima Provinsi se-Kalimantan

Menurut Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kalbar, Sari Mariani banyak faktor yang mempengaruhi kemiskanan yang terjadi di Kalbar sehingga lima kabupaten angkanya cukup tinggi dan melebihi angka kemiskinan nasional.

Lima kabupaten itu, Melawi, Landak, Sintang, Ketapang dan Kayong Utara. 

"Kondisi infrastrukturnya dan program-program dari kabupaten kota  juga terbatas karena keterbatasan anggaran sehingga penduduk miskin cukup banyak. Selain itu, kondisi masyarakat kita juga, mereka masuk kategori miskin secara statistik tapi mereka merasa tidak miskin karena banyak persepsi," jelas Sari  Mariani saat diwawancarai, Rabu (24/4/2019).

Ia menyebutkan kemiskinan itu ada dua, ada kemiskinan makro dan mikro.

Kemiskinan makro itu, mengukurnya dari survey sosial nasional dari sisi pendekatan kebutuhan dasar minimal perkapita.

"Kita mengukurnya dengan konsumsi bahan makanan dan non makanan. Ada 52 komoditi makanan dan 51 komoditi non makanan.  Itu akan menentakan garis kemiskinam yang ada, kemudian kita akan mendapatkan berapa jumlah pendudk yang herada dibawah garis kemiskinan," jelas Sari.

Baca: FOTO: Wagub Kalbar Ria Norsan Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Kalbar Yang Mencapai 7,37%

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved