Gereja Paroki Santa Sisilia Pontianak Peringati Hari Paskah

Sabtu Suci adalah dimana setelah hari Jumat Agung (Kematian Tuhan Yesus Kristus) di Kayu Salib dalam karya penebusan manusia di dunia

Gereja Paroki Santa Sisilia Pontianak Peringati Hari Paskah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Misa Sabtu Suci yang dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak dan didampingi oleh Pastor Samuel Djumen, OFMCap sebagai Pastor Paroki, bersama dua Pastor lainnya yaitu P. John Wahyudi, OFMCap dan P. Paulus Kota, OFMCap di Gereja Paroki Santa Sisilia Pontianak. 

Gereja Paroki Santa Sisilia Pontianak Peringati Hari Paskah

Citizen Reporter
Samuel, Komsos Keuskupan Agung Pontianak

SINGKAWANG - Pada tanggal 20 April 2019, tepatnya hari Sabtu yang dimana umat Katolik seluruh dunia merayakan hari Sabtu Suci.

Sabtu Suci adalah dimana setelah hari Jumat Agung (Kematian Tuhan Yesus Kristus) di Kayu Salib dalam karya penebusan manusia di dunia, maka lanjut pada hari Sabtu Suci yang adalah masa hening dalam menghayati Kematian Kristus.

Dalam penghayataan ini diartikan dengan sebuah suasana dimana semua orang Katolik percaya bahwa dalam kematian ada kehidupan.

Pertanyaannya adalah kehidupan seperti apa? Dalam keyakinan Iman Katolik ada doa seperti doa “Aku Percaya” ada yang berbunyi demikian “Kebangkitan Badan, Kehidupan Kekal, Amin.”

Malam itu, tepat jam 18.30 WIB di Gereja Paroki Santa Sisilia Pontianak Keuskupan Agung Pontianak, dimulainya misa Sabtu Suci yang dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak dan didampingi oleh Pastor Samuel Djumen, OFMCap sebagai Pastor Paroki, bersama dua Pastor lainnya yaitu P. John Wahyudi, OFMCap dan P. Paulus Kota, OFMCap malam itu.

Karena menjelang hari raya Paskah, jadi panitia sudah menyiapkan tenda dari depan gereja sampai sudut gereja kiri dan kanan untuk mengantisipasi banyaknya umat yang akan hadir dalam perayaan menyelang Paskah.

Ternyata apa yang sudah dipersiapkan oleh panitia, justru sama dengan ekspektasi mereka bahkan keyataannya pada malam Paskah itu, umat yang hadir membanjiri gereja paroki sampai ke luarnya.

Suasana hikmat malam itu dimulai dengan perarakan Lilin sebagai tanda terang yang sesungguhnya harus bersinar dalam hati setiap orang yang percaya dengan kebangkitan badan setelah kematian.

Halaman
123
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved