10 Film Terbaik yang Bercerita Tentang Bullying, Kerap Terjadi di Sekitar Kita

Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan.

10 Film Terbaik yang Bercerita Tentang Bullying, Kerap Terjadi di Sekitar Kita
KOLASE/Youtube
10 Film Terbaik yang Bercerita Tentang Bullying di Sekitar Kita 

Film yang mengangkat semangat ini menampilkan kisah nyata seorang anak lelaki yang lahir dengan kelainan bentuk wajah yang sangat langka, bagaimana ia mengatasi kekejaman para penganiaya di sekolah, dan bagaimana ia membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Film ini akan membuatmu menangis. Bahkan film ini kemudian memenangkan Humanitarian Award dan sekarang menjadi salah satu film yang paling kritis dalam beberapa tahun terakhir. 

6. Carrie

 

 

 

Jika kamu benar-benar memikirkannya, film 1976 Carrie adalah salah satu film pertama tentang intimidasi yang pernah dibuat.

Seluruh konsep adalah naskah horor yang merupakan fantasi siapa pun yang pernah menemukan diri mereka diintimidasi oleh sekelompok besar anak-anak di sekolah.

Seorang kutu buku, telekinetik mencapai batasnya setelah para atlet mencurahkan darah binatang padanya selama pesta dansa sekolah.

Dia membalas dendam dengan cara yang melampaui apa pun yang pernah diharapkan siapa pun.

7. Revenge of the Nerds

Film 80-an ini jelas tidak memiliki banyak pesan yang dapat diterima secara sosial di dalamnya, dan jika dibuat hari ini, akan dilarang.

Namun, itu masih mengajarkan banyak tentang bagaimana rasanya diganggu, dan menceritakan kisah hebat tentang bagaimana "kutu buku" berhasil mengalahkan pengganggu di permainan mereka sendiri.

Klasik kultus ini lucu, tidak biasa, dan, ya, menyenangkan sekali. 

8. Bully

Bully 2011 adalah suatu keharusan bagi siswa, guru, dan orang tua yang ingin memahami dinamika intimidasi modern.

Soalnya, pelaku intimidasi bukan lagi anak-anak besar yang menuntut uang makan siang.

Mereka adalah anak-anak yang cenderung keluar dari jalan mereka untuk menghancurkan hidup, menyiksa, dan membahayakan orang lain.

Bully adalah film dokumenter yang benar-benar membawa hal-hal ke atas dengan sinematografinya yang luar biasa, tulisan yang berwawasan luas, dan kisah yang sangat nyata.

Film dokumenter pemotongan ini mengikuti kehidupan lima remaja yang diintimidasi, dua di antaranya bunuh diri. Kamu akan menangis, dan akan mempertanyakan umat manusia setelah melihat ini.

 
Intimidasi tidak berakhir di sekolah menengah saja, melainkan bisa saja terjadi di kantor juga. The Devil Wears Prada adalah contoh yang sangat baik tentang seperti apa hidup ini di tempat di mana pelaku intimidasi tidak pernah tumbuh.

Ini tekanan tinggi. Ini mode. Dan itu adalah versi dunia nyata dari Mean Girls dalam banyak hal. Jika kamu menyukai kisah kerja, ini mungkin salah satu film terbaik untuk dilihat.

Bahaya Kasus Bullying Pada Anak, Ini 6 Tips Pencegahan Dini Pada Anak

Kasus bullying di Pontianak terhadap siswi SMP jadi pusat perhatian dunia.

Sejumlah selebritis, politisi dan youtuber turut serta menyampaikan dukungannya langsung maupun tidak langsung terhadap korban.

Untuk itulah sebagai orangtua harus sedini mungkin mengantisipasi agar si anak tidak melakukan dan terhindar kasus bullying.

Sebab, dari hal kecil saja seperti menggertak orang lain jadi cikal bakal mengganggu orang lain.

Sebagai orangtua harus berikan edukasi sejak dini prilaku Si Kecil di sekolah maupun lingkungan sekitar.

Melansir dari verywellfamily.com kira-kira beberapa hal ini bisa dilakukan jika mengetahui Si Kecil melakukan bullying di lingkungannya.

Baca: Panglima TNI dan Kapolri Besok Kunker ke Kalbar

Baca: VIDEO: Audrey Pontianak - Ria Ricis Sebut Audrey Miliki Talenta Bidang Musik

Baca: Persiapan Ramadhan, 6 Bahan Hijab Anti Gerah Ini Bisa Digunakan Saat Puasa!

Baca: Irwan Ajak Masyarakat Patuhi Ketentuan Pemilu

1. Segera bicarakan dengan Si Kecil

Setelah Moms mengetahui apa yang menjadi keluhan sekolah terhadap perilaku menindas Si Kecil, jangan langsung memarahinya.

Biarkan Si Kecil memiliki rasa takut sedikit karena Moms sudah mengetahui perilakunya.

2. Cari penyebabnya

Cari cara agar Moms bisa mendapatkan jawaban ini dari Si Kecil.

Sebagai contoh jika Si Kecil mengatakan menindas orang lain bisa menaikkan pamornya di sekolah, cobalah berikan pengertian.

Moms bisa berikan pandangan pentingnya persahabatan dan toleransi yang besar dalam lingkungan.

Sehingga Si Kecil lebih memiliki jiwa untuk mencari teman dan dikenal baik dibandingkan dikenal karena berperilaku buruk.

3. Tekankan bahwa bullying adalah pilihan

Berikan pandangan kepada Si Kecil bahwa tidak ada alasan yang logis untuk melakukan sebuah penindasan terhadap sesama.

Bullying merupakan sesuatu yang direncanakan bukan secara tidak sengaja, jadi tidak ada alasan mereka untuk mengelak.

Beritahu Si Kecil kalau semua hal bisa dibicarakan dengan cara baik-baik.

Pastikan Si Kecil tahu, ketika ingin melakukan bullying mereka harus bisa menerima konsekuensi dari lingkungan.

Mereka juga perlu belajar bertanggungjawab jika sudah melakukan perilaku buruk tersebut.

4. Berikan hukuman yang logis

Jika anak melakukan penindasan melalui komputer, ponsel, dan sosial media, Moms bisa ambil semua alat elektronik yang bisa menghubungkan mereka ke lingkungannya.

Tidak perlu dalam waktu lama, beberapa minggu juga sudah cukup membuat mereka berpikir.

Sama halnya juga ketika anak melakukan penindasan karena mereka merasa statusnya tinggi dalam kelompok di sekolah.

Bekerja sama dengan sekolah adalah pilihan yang baik, Moms bisa minta tolong sekolah untuk membubarkan kelompok tertentu agar tidak ada lagi rasa arogansi dalam dirinya.

Jika sikap ini datang dari pergaulannya di luar sekolah, Moms bisa melarang Si Kecil untuk sementara tidak menemui teman-temannya di luar sekolah sebagai hukuman.

5. Ambil fasilitas yang sudah diberikan

Mungkin hal ini biasa terjadi dengan anak-anak yang merasa sombong karena fasilitas yang dimilikinya sehingga mengganggap bahwa orang lain tidak sejajar dengannya.

Moms bisa sita segala alat elektroniknya, kendaraan pribadi, hingga larangan untuk menghadiri pesta di luar sekolah.

Hal ini bisa mengajarkan anak bahwa intimidasi bukanlah hal yang bisa ditoleransi.

6. Tanamkan empati pada anak sejak dini

Moms harus bicarakan pada Si Kecil pentingnya menjaga perasaan orang lain.

Posisikan jika mereka menjadi pihak yang ditindas oleh orang lain.

Berikan kondisi dan contoh-contoh emosional untuk membangkitkan rasa empati dalam diri mereka.

Hal ini juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional Si Kecil dan mencegah bullying di masa mendatang.

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

 
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved