Tahun 2019 Sudah 37 SMP/MTS di Sintang yang Laksanakan UNBK, Meningkat 100 Persen

indra Azmar menyampaikan bahwa di Tahun Pelajaran 2019 dari 130 SMP/MTS di Kabupaten Sintang, sudah ada 37 sekolah

Tahun 2019 Sudah 37 SMP/MTS di Sintang yang Laksanakan UNBK, Meningkat 100 Persen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 3 Sintang, Senin (22/4/2019) pagi. 

Tahun 2019 Sudah 37 SMP/MTS di Sintang yang Laksanakan UNBK, Meningkat 100 Persen

SINTANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sintang, Lindra Azmar menyampaikan bahwa di Tahun Pelajaran 2019 dari 130 SMP/MTS di Kabupaten Sintang, sudah ada 37 sekolah yang melaksanakan UNBK di kota dan kecamatan.

"Tahun ini, sekolah-sekolah di Ibukota Kecamatan sudah mulai melaksanakan UNBK. Dari 19 sekolah yang melaksanakan UNBK di Tahun 2018, tahun ini meningkat. Jadi total 37 sekolah yang UNBK," katanya, Senin (22/4/2019) pagi.

Menurutnya peningkatan tersebut hampir dua kali lipat, atau 100 persen. Namun memang jumlah 37 sekolah masih jauh dibandingkan total keseluruhan SMP/MTS di Sintang yang mencapai 130 sekolah. Sehingga sisanya masih UNKP.

"Tiap tahun kita mengajak teman-teman sekolah dan mendorong yang belum UNBK untuk UNBK. Sebab target dari Kemendikbud bahwa UNBK ini secara nasional bisa mencapai 90 persen. Ini menjadi tantangan besar bagi kita," jelasnya.

Baca: Deretan Seleb Hollywood yang Tak Segan Sisihkan Penghasilan Demi Kecintaan pada Lingkungan

Baca: 284 Siswa SMPN 1 Pontianak Ikuti UNBK Yang Dibagi Dua Sesi

Baca: VIDEO: 9920 Peserta Tingkat SMP di Indonesia Ikuti UNBK & UNKP, Ini Kata Muda Mahendrawan

Baca: Fit 100%, Sandiaga Uno Serukan Perjuangan Belum Tuntas, Jubir Squad BPN Prabowo-Sandi Kumpul Bareng

Lindra menjelaskan bahwa tantangan terbesar untuk bisa melaksanakan UNBK secara menyeluruh ialah keterbatasan sarana dan prasarana di SMP/MTS. Sementara itu kondisi keuangan daerah juga sangat terbatas.

"Sehingga kita belum mencapai apa yang ditargetkan. Karena masalah ini dialami oleh kabupaten/kota di Kalbar. Terutama SMP-SMP di daerah kecamatan kita yang listrik dan jaringan internet masih sangat terbatas," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam beberapa kali kesempatan rapat koordinasi di tingkat provinsi agar menghadirkan PLN, Telkom, Bappeda, dan Kominfo. Tujuannya agar ada komitmen jelas dalam mengatasi permasalahan tersebut.

"Makanya saya minta Kementerian maupun pemerintah provinsi saat rapat mereka dihadirkan. Kemudian kita buat MoU guna mendukung pelaksanaan UNBK sehingga semua bisa sinergi dalam pelaksanaannya," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved