Ini Karya Ayu 'Seniman Millenial' di Pameran Seni Rupa Pontianak

Ia menjelaskan bahwa ada kesulitan sendiri dalam membuat lukisan dengan teknik sulam.

Ini Karya Ayu 'Seniman Millenial' di Pameran Seni Rupa Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
¬†Ayu Murniati seniman muda Kalbar dan Pengunjung Pameran yang berfoto di depan karya ayu Murniati, Senin (22/4/2019) 

Ini Karya Ayu 'Seniman Millenial' di Pameran Seni Rupa Pontianak

PONTIANAK- Puluhan Lukisan Karya seniman asli Kalbar di Pamerkan dalam kegiatan Pameran seni rupa yang bertajuk Merangkai Warna Menjalin Nusantara di Rumah Radank Pontianak.

Kegiatan yang di gelar dari tanggal 19 hingga 21 April 2019 di ikuti oleh sebanyak 23 orang seniman Kalbar.

Satu di antara puluhan seniman menampilkan karyanya adalah seniman millenial asal Kalimantan Barat yang lahir di Semparuk, Sambas pada tahun 1991 silam yakni Ayu Murniati.

Ayu yang mengaku menyukai gambar sejak dirinya kecil bukan lantas bekruliah di Fakultas kesenian, namun ia lebih memilih masuk ke teknik arsitektur untuk sembari menyalurkan bakatnya.

Baca: Lakalantas Terus Meningkat, Polres Mempawah Lakukan Upaya Ini

Baca: Hari Pertama Ujian Nasional Tingkat SD dan SMP di Kapuas Hulu Berjalan Lancar

Ia merupakan lulusan D3 Arsitektur Politeknik Negeri Pontianak di tahun 2013 dan lulusan S1 Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta di tahun 2016.

Ayu yang biasa di sapa kebong kepada Tribun mengaku, bahwa dirinya merupakan orang yang menyukai tantangan namun, gampang bosan, dan hal itulah yang membuatnya mampu betah di dunia seni hingga kini.

Ia menjelaskan didalam seni rupa memiliki banyak sekali jenis yang dirinya bisa explorer, sehingga sifat gampang bosannya mudah teratasi.

"Seni Lukis jelas bervariasi, Sejauh ini banyak sudah teknik lukis yang saya coba buat karena saya memang suka mencoba hal baru, dari awal gambar potret wajah / sketsa wajah dengan teknik, arsir pinsil, water color, doting titik - titik , dan lain - lain sampai sulam saya coba untuk melukis,"tuturnya.

Dan, pada pameran kali ini dirinya menampilkan lukisan yang dirinya buat dengan cara dirajut dengan benang atau jahit / sulam. 

Ia menjelaskan bahwa ada kesulitan sendiri dalam membuat lukisan dengan teknik sulam.

"Kesulitannya itu si kalau benang terbatas, warna benang itu ndak cukup, karena untuk gradasi warnanya itu memang aga sulit, untuk memadukan warnanya karena bahannya terbatas, berbeda dengan kalau kita pakai cat, bisa kita campur - campur warnanya untuk dapatkan perpaduan warna,"ungkapnya.

Baca: HIPKA Bersama HCC Ajarkan Pemuda Rasau Tangkal Hoax

Ayu mengatakan khususnya di Kalimantan Barat, peminat dalam bidang seni masih terbatas, oleh sebab itu dirinya pun berharap pihak - pihak terkait dapat membantu menaikkan eksistensi seniman - seniman Kalbar, karena karya seni seniman Kalbar sudah sangat baik dan mampu bersaing dengan seniman luar.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved