5 Satwa Langka Terancam Punah di Dunia & Peran Pelestarian di Hari Bumi, Salah Satunya di Indonesia!

Sejumlah resor-resor ramah lingkungan, pondok-pondok, dan perusahaan perjalanan berwawasan konservasi sedang melakukan apa yang dapat mereka lakukan

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Delta Daily News
Ilustrasi Hari Bumi 

5 Satwa Langka Terancam Punah di Dunia & Peran Pelestarian di Hari Bumi, Salah Satunya di Indonesia!

Tepat hari ini 22 April 2019,  lebih dari 1 miliar orang akan merayakan Hari Bumi pada hari Senin di seluruh dunia. 

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesedaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.

Kini hari bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network).

Earth Day Network (EDN), Jaringan Hari Bumi, organisasi yang memimpin perayaan Hari Bumi di seluruh dunia, menetapkan 2019 sebagai tahun untuk "Melindungi Spesies Kita."

Hari Bumi, secara umum, memunculkan kesadaran yang lebih besar terhadap masalah lingkungan tak hanya flora maupun fauna saja melainkan seluruh persoalan yang melingkupi lingkungan. 

Baca: Google Doodle Rayakan Hari Bumi 2019, Tampilkan Animasi Fakta Menarik Keanekaragaman Hayati

Baca: Rangkaian Ganesha Earth Day and Kartini’s Celebration SMAN 1 Pontianak, Ada Sukep Loh!

Baca: SMA Negeri 1 Pontianak Akan Gelar Kegiatan Ganesha Earth Day and Kartini’s Celebration

Nah dalam mengekspresikan pentingnya melindungi satwa liar yang terancam punah di dunia, sesuai dengan pesan Hari Bumi 2019 "Melindungi Spesies Kita", Forbes mencatat sejumlah resor-resor ramah lingkungan, pondok-pondok, dan perusahaan perjalanan berwawasan konservasi sedang melakukan apa yang dapat mereka lakukan untuk memelihara satwa liar di lingkungan sekitarnya.

Beberapa di antaranya memberi pengunjung kesempatan untuk berperan dalam membuat sesuatu yang berbeda. Yuk simak:

1.Hiu Martil di Kepulauan Galapagos

Spesialis ekspedisi kapal pesiar Pelorus menawarkan perjalanan Kepulauan Galapagos yang sejalan dengan upaya untuk melindungi hiu martil di kawasan itu.

Selain menyelam di sekitar pulau Mosquera untuk mengamati spesies laut yang menawan ini, pengunjung akan memiliki kesempatan untuk membantu menandai hiu dan memantau pergerakan mereka bahkan setelah kembali ke rumah.

Para ilmuwan menggunakan data ini untuk mengikuti migrasi hiu martil dan menerapkan temuan untuk membantu melindungi spesies yang semakin terancam punah.

Dan proyek konservasi ini hanyalah salah satu bagian dari pengalaman ekspedisi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved