Tata PKL, Edi Kamtono Larang Keras PKL Kota Pontianak Berjualan di Atas Trotoar

Edi Rusdi Kamtono bersikap tegas dalam menata kota, hal itu diungkapkannya demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak.

Tata PKL, Edi Kamtono Larang Keras PKL Kota Pontianak Berjualan di Atas Trotoar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wali Kota Edi Kamtono 

Tata PKL, Edi Kamtono Larang Keras PKL Kota Pontianak Berjualan di Atas Trotoar

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersikap tegas dalam menata kota, hal itu diungkapkannya demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak.

Hal itulah yang dilakukannya dalam menata pedagang kreatif lapangan (PKL). Seperti para PKL yang ada di Jalan Jendral Urip telah dibersihkan dan dilarang berjualan sepanjang jalan.

"Kita akan menata para PKL, seperti di Jalan Jendral Urip itu tidak boleh lagi ada yang jualan. Kemarin kita sudah pindahkan per 31 Maret, mereka itu jualan diatas trotoar itukan tidak boleh," ucap Edi Rusdi Kamtono, Minggu (21/4/2019).

Baca: Denia Sebut Kondisi Kesehatan Sandi Uno Membaik dan Hadiri Malam Nisfu Syaban

Baca: Sosok Wulanda Anjaswari Sebagai Lurah Muda Dengan Karya dan Usaha

Baca: TERPOPULER - ART Luna Maya, Rocky Gerung Lawan Pendukung Jokowi, hingga Renungan Paskah

Dimasa kepemimpinan Edi Kamtono, ia sudah memerintahkan Satpol PP dan dinas terkait lainnya untuk menata para PKL. Sebutnya saja di sepanjang Jalan Gajahmada, Edi sudah memerinthkan untuk menata PKL dan kanopi rumah toko (ruko) untuk dimundurkan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tidak boleh lagi ada ruko yang kanopinya hingga bermeter-meter menjurus ke jalan untuk dijadikan kios-kios atau lapak dagang.

Selain itu, Edi Kamtono juga bersikap tegas untuk menata Pasar Sudirman sehingga tidak kumuh dan memberikan kenyamanan pada pengunjung yang hadir.

"Para PKL ini harus ditertibkan dan ditata sehingga tidak semraut. Kalau rapi dan bersihkan, semua enak dipandang, pengunjung juga merasa nyaman pedagang juga mendapatkan untung kalau banyak pengunjung," tegasnya.

Selain konsen terhadap penataan para PKL, Edi Kamtono juga sangat konsen terhadap penataan dan pengelolaan sampah kota yang perharinya bisa mencapai 400 ton.

Dimasa kepepimpinannya ia ingin Pontianak menjadi kota yang bersih dan indah, sehingga program-program penataan PKL, pengelolaan sampah cukup banyak.

Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa menurut Edi, haruslah memberikan kenyamanan pada para pengunjung sehingga betah di Pontianak. Ia meminta masyarakat bersama-sama menjadikan Pontianak sebagai kota yang nyaman dikunjungi.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved