Pemilu 2019

Tak Lolos PT, Harry Nilai Akibat Hanura Sempat Jadi Dua Kubu

Sekretaris DPD Partai Hanura Kalbar, Harry Adryanto menilai adanya perpecahan maupun dua kubu di Hanura menjadi penyebab tidak maksimalnya

Tak Lolos PT, Harry Nilai Akibat Hanura Sempat Jadi Dua Kubu
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris DPD Partai Hanura Kalbar, Harry Adryanto 

Tak Lolos PT, Harry Nilai Akibat Hanura Sempat Jadi Dua Kubu

PONTIANAK - Sekretaris DPD Partai Hanura Kalbar, Harry Adryanto menilai adanya perpecahan maupun dua kubu di Hanura menjadi penyebab tidak maksimalnya perolehan pemilu 2019.

"Kita juga baru mengetahui dari hasil perhitungan suara dari media dan tv bahwa Hanura belum mencapai 4 persen, mudah-mudahan ada kemungkinan karena ini belum juga final artinya mudah-mudahan ada mukjizat untuk bisa mencapai 4 persen. Tentu Hanura sendiri sudah berupaya untuk melakukan yang maksimal dan mungkin juga karena perpecahan berdampak juga kondisi kesatuan untuk memenangkan pemilu," tuturnya, Jumat (19/04/2019).

Untuk di Kalbar, kata dia, pihaknya sedang merekap suara dapil mana saja yang tampil untuk menjadi pemimpin diwilayah masing-masing.

Diungkapkan Harry, ada beberapa laporan bahwa wilayah-wilayah sudah mendapatkan suara, mendapatkan anggota dewan-dewan yang bakal duduk diparlemen.

Baca: Klaim Tempatkan Satu Kader di DPRD, PSI Kalbar Ajak Hargai Hasil Survei

Baca: Hasil Pemilu 2019, PKS Kalbar Yakini Dapat Bentuk Fraksi dan Unsur Pimpinan

Baca: Sosok Wanita Yang Jadi Lurah Muda di Sungai Jawi Dalam

"Saya melihat bahwa pemilu kali ini, pileg kali ini sangat berbeda dengan pemilu sebelumnya, ini berkaitan dengan serentaknya pilpres. Dibanyak TPS suara untuk pileg berkurang peminatnya dan lebih dominan pada pilpres," bebernya.

Hanura Kalbar, kata dia, dipemilu lalu untuk tingkat provinsi hanya mendapatkan tiga kursi dan kali ini mengalami peningkatan 100 persen.

"Laporan sudah kita terima, yang masuk diperkirakan sekitar 5-6 kursi, meningkat 100 persen," katanya.

Maka dari itu, ia pun mengajak kader, relawan hingga simpatisan untuk mengawal suara disaat perhitungan tingkat kecamatan hingga dilaporkan ke RI nantinya sehingga tidak adanya kecurangan.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved