VIDEO: Terjang Riam dan Arus Deras, Begini Perjuangan Polisi 12 Jam Kawal Logistik ke Tanjung Miru

Personel Polsek Kayan Hulu, Brigadir Indra Wahyudin melaksanakan Pengawalan dan Pengamanan Logistik Pemilu Tahun 2019 dari Kecamatan ke TPS

VIDEO: Terjang Riam dan Arus Deras, Begini Perjuangan Polisi 12 Jam Kawal Logistik ke Tanjung Miru

SINTANG - Personel Polsek Kayan Hulu, Brigadir Indra Wahyudin melaksanakan Pengawalan dan Pengamanan Logistik Pemilu Tahun 2019 dari Kecamatan ke TPS Desa Tanjung Miru, Kecamatan Kayan Hulu, Senin (15/4/2019) kemarin.

Desa Tanjung Miru adalah sebuah desa yang terletak di paling ujung Sungai Tebidah Kecamatan Kayan Hulu.

Untuk menuju kedesa tersebut hanya bisa dilalui melalui jalur air atau sungai yang memerlukan waktu tempuh sekitar 12 jam.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sungai tebidah adalah sungai yang memiliki banyak riam yang dalam dan arus sungai yang deras.

Dalam pemilu 2019 ini Brigadir Indra Wahyudin melaksanakan pengamanan di Desa Tanjung Miru tersebut.

Baca: Kabar Sedih Datang Dari Penyanyi Adele, Cerai Dari Simon Konecki Setelah 2 Tahun Berumahtangga

Baca: Live Streaming LIDA 2019 Top 9 Grup 2 Result Show Malam Ini! Faul, Hanan & Sheyla, Siapa Tersenggol?

Baca: Hasil Sementara Pilpres 2019 Versi Real Count KPU, Data Terbaru Perolehan Suara Jokowi - Prabowo

Walau harus menempuh jalur sungai yang sangat ektrim, tidak menyurutkan niat dan tekatnya dalam melaksanakan tugas negara yang dia emban sebagai seorang anggota bhayangkara.

"Sebagai insan Bhayangkara, jika negara memanggil apapun itu harus kita lakukan,Walau harus meninggalkan anak dan istri," ucap Brigadir Indra.

Lebih lanjut Brigadir Indra wahyudin menambahkan bahwa logistik pemilu tersebut sampai ke TPS Desa Tanjung Miru pada malam hari.

"Jadi kami berangkat dari ibu kota kecamatan jam 9 pagi dan sampai keTPS desa Tanjung Miru jam 9 malam. Telapak kaki terasa perih karena pada malam hari sangat banyak sekali binatang air yang biasa kami sebut tengkuyung yang duri cangkangnya sangat tajam," tambah Brigadir Indra.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama KPPS Desa Tanjung Miru, Rudiansyah (55) yang ikut dalam rombongan pengawalan dan pengamanan logistik pemilu menyampaikan bahwa medan yang dilalui sangat berat.

"Bahkan tadi di Riam Serabun, om Indra sempat tergencet oleh batu dan sampan, tapi syukurlah beliau bisa cepat keluar dari himpitan batu dan sampan," jelasnya.

"Beliau hanya menderita memar didada dan punggung kanannya. Mudah-mudahan beliau cepat sehat," ucap Rudiansyah.

Kapolsek Kayan Hulu Iptu Sujiono dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh polri adalah sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Tetap semangat dan pantang menyerah. Mari kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan, jangan mudah untuk dipecah belah hanya karena pemilu," ucap Kapolsek.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved