Jadi Pembicara Seminar Nasional Terkait Dana Desa, Sutarmidji Sampaikan Pesan Ini

Dalam rangka optimalisasi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta kepada aparat desa jangan ada kekhawatiran

Jadi Pembicara Seminar Nasional Terkait Dana Desa, Sutarmidji Sampaikan Pesan Ini
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar Sutarmidji 

Jadi Pembicara Seminar Nasional Terkait Dana Desa, Sutarmidji Sampaikan Pesan Ini

PONTIANAK - Dalam rangka optimalisasi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta kepada aparat desa jangan ada kekhawatiran penyimpangan dana desa yang ada.

Menurutnya dengan adanya panduan dari sisi pertanggung jawaban dan pemanfaatan yang dikelola yang telah diberikan tentu anggaran tersebut dapat terlaporkan dengan baik.

"Kalo desa ada panduannya, pertangung jawabannya tidak repot, kemudian peruntukannya jelas untuk apa saja," ujarnya sesaat setelah menjadi pembicara dalam seminar nasional Optimalisasi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Menuju Indonesia Sejahtera di Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura, Sabtu (20/4/2019)

Ia menjelasakan fokus pada dana desa itu arah menciptakan desa mandiri, desa dalam kategori baik dari sarana dan prasarana semua untuk masyarakat ada, jangan khawatir dalam pengelolaan selama mengikuti panduan dana desa tersebut.

Baca: Lindungi Suara Rakyat, TNI-Polri Kawal Ketat Pleno Tingkat PPK di Kecamatan Serawai

Baca: Petarung Asal Pontianak Catatkan Kemenangan Perdana di One Pride MMA

Baca: Ditanya Soal Aksi Prabowo Deklarasikan Diri Sebagai Presiden, Mahfud MD: Boleh Saja, Asalkan

Midji menjelaskan desa mandiri ada 52 indikator, seharunya dana desa itu jangan dibiarkan dalam penyelesaian 52 indikator itu. Dan dirinya menyebutkan tidak akan mungkin akan diselesaikan dengan menggunakan dana desa tersebut.

"Seharusnya dana desa itu jangan dibiarkan sepertinya bisa menyelesaikam 52 indikator desa mandiri, itu tidak akan mungkin. Sampai kiamat pun tidak bakalan selesai," ujarnya

Dirinya menilai dana desa ini seharusnya hanya boleh digunakan untuk memenuhi dan menyiapkan hanya 17 indikator di setiap desa.

Midji sangat optimis kalo 17 indikator jika diselesaikan dalam jangka lima tahun dan masyarakat bisa dapat merasakan pembangunan dari indikator tersebut.

"Dana desa itu hanya boleh menyiapkan 17 indikator saja, yang ringan-ringan saja seperti Paud, Posyandu, Lapangan Olahraga itu bisa. Dan itu akan selesai dalam waktu lima tahun. Selesai semuanya tanggung jawab desa dan saya yakin bisa sebelum lima tahun bisa selesai," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved